Example 325x300
Example floating
Example floating
BalikpapanKaltim

Bisnis Narkoba di Balik Jeruji: Napi Rutan Samarinda Kendalikan Peredaran Sabu

94
×

Bisnis Narkoba di Balik Jeruji: Napi Rutan Samarinda Kendalikan Peredaran Sabu

Sebarkan artikel ini

Kasus peredaran narkoba yang melibatkan warga binaan Rutan Kelas II A Samarinda kembali terungkap. Meski berada di balik jeruji, sejumlah narapidana tetap menjalankan bisnis haram ini dengan memanfaatkan jaringan di luar penjara.

Penggerebekan Berawal dari Laporan Masyarakat

Pengungkapan kasus ini bermula dari operasi Satuan Reserse Narkoba Polresta Samarinda, setelah menerima laporan adanya aktivitas mencurigakan di sebuah indekos di Jalan Gerilya, Gang Sepakat, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang.

Example 300x600

Pada Kamis (30/1) pukul 19.30 WITA, polisi menangkap seorang pria berinisial H (36) yang kedapatan membawa narkotika jenis sabu.

“Awalnya kami menerima laporan dari masyarakat bahwa lokasi tersebut sering dijadikan tempat transaksi narkotika. Tim kemudian melakukan penyelidikan dan pengintaian,” ungkap Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar melalui Kasat Resnarkoba Kompol Bambang Suhandoyo, Minggu (2/1).

Dari tangan H, polisi menyita 162,84 gram sabu, 1 timbangan digital, 1 buku catatan transaksi, serta 3 ponsel yang diduga digunakan untuk berkomunikasi dengan jaringannya.

Dikendalikan dari Dalam Rutan Samarinda

Setelah dilakukan pemeriksaan, H mengaku bahwa sabu tersebut diperoleh dari seorang narapidana berinisial HW (43) yang saat ini mendekam di Rutan Kelas II A Samarinda.

Tak hanya HW, polisi juga mengungkap keterlibatan napi lain berinisial W (42) yang diduga ikut mengendalikan peredaran sabu dari dalam rutan.

“Begitu mendapatkan informasi, kami langsung mengamankan HW beserta alat komunikasi yang diduga digunakan untuk mengedarkan sabu,” lanjut Bambang.

Petugas berhasil menyita dua ponsel yang digunakan HW dan W untuk menjalankan bisnis narkoba dari dalam penjara.

Saat ini, ketiga tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polresta Samarinda untuk penyelidikan lebih lanjut. Polisi masih mendalami jaringan mereka guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.