Sebuah unggahan di media sosial Facebook baru-baru ini mengklaim bahwa pemerintah membuka program transmigrasi ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
Dalam narasinya, unggahan tersebut menyebutkan bahwa peserta transmigrasi akan memperoleh berbagai fasilitas, seperti rumah bersertifikat, modal usaha, layanan kesehatan dan pendidikan gratis, serta pelatihan kerja atau pertanian.
Unggahan itu juga disertai ajakan kepada masyarakat untuk mendaftar, disertai tagar seperti #transmigrasi, #gratis, dan #IKN. Namun, klaim tersebut dipastikan tidak benar.
Kementerian Transmigrasi menegaskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks. Dalam pernyataan resminya, kementerian menekankan bahwa tidak ada program rekrutmen transmigrasi ke IKN yang saat ini dibuka.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi, Velix Verinando Wanggai, menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak pernah mengumumkan program transmigrasi khusus menuju wilayah Ibu Kota Negara yang baru.
Velix yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Komunikasi Kementerian Transmigrasi mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
“Kami menegaskan bahwa Kementerian Transmigrasi tidak pernah membuka rekrutmen transmigrasi ke Kalimantan Timur, terlebih ke wilayah IKN,” ujar Velix.
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap informasi yang beredar di media sosial, terutama yang menjanjikan keuntungan tidak wajar.
Pemerintah juga meminta masyarakat agar tidak sembarangan membagikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal, serta melaporkan jika menemukan informasi mencurigakan ke kanal resmi kementerian atau aparat berwenang.
Dengan demikian, klaim tentang adanya program transmigrasi ke IKN yang digulirkan pemerintah dinyatakan tidak benar alias hoaks.




























