Example 325x300
Example floating
Example floating
Ekopol

BBM Diduga Bermasalah, Warga Kukar Keluhkan Kerusakan Kendaraan Usai Isi di SPBU

64
×

BBM Diduga Bermasalah, Warga Kukar Keluhkan Kerusakan Kendaraan Usai Isi di SPBU

Sebarkan artikel ini

Suka cita Lebaran Idulfitri 1446 Hijriah di Kalimantan Timur berubah menjadi kekecewaan bagi sejumlah warga akibat dugaan BBM bermasalah yang beredar di berbagai SPBU di Samarinda dan Tenggarong.

Banyak kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, tiba-tiba mengalami kerusakan usai mengisi bahan bakar di beberapa titik SPBU.

Example 300x600

Seorang warga Tenggarong yang juga akademisi Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Awang Rifani, mengaku motornya mengalami kendala setelah mengisi Pertamax di SPBU Tenggarong.

“Motor saya brebet-brebet dan mati setelah isi full Rp65 ribu. Sekarang saya cari bengkel yang sudah buka,” ungkapnya, Rabu (2/4/2025).

Nasib serupa dialami Fauzy Prakoso, warga Tenggarong yang terpaksa membatalkan silaturahmi Lebaran akibat mobilnya mengalami masalah di ruang pembakaran mesin setelah mengisi BBM di salah satu SPBU Samarinda.

“Saya sengaja isi Pertamax Turbo karena banyak keluhan soal Pertalite dan Pertamax, tapi ternyata sama saja. Mobil sudah masuk bengkel,” katanya.

Dari pemeriksaan bengkel, BBM yang digunakan Fauzy diketahui bercampur lumpur dan memiliki warna serta aroma yang tidak wajar.

“Seharusnya Pertamax Turbo itu merah, tapi ini malah ungu kehitaman dengan endapan lumpur. Dari 45 liter yang saya isi, hanya 5 liter yang benar-benar minyak, sisanya campuran air,” jelasnya.

Menanggapi dugaan ini, Fauzy berpendapat bahwa masalah tidak sepenuhnya berasal dari SPBU, melainkan dari kilang minyak Pertamina.

“Kalau hanya satu SPBU yang bermasalah, mungkin itu kesalahan pengelola. Tapi ini terjadi di banyak tempat, artinya ada yang tidak beres di kilangnya,” tegasnya.

Kekecewaan juga diungkapkan pengusaha jasa angkut, Sigit Yananta, yang terpaksa mengurangi operasional kendaraan berbahan bakar bensin.

“Untuk sementara saya pakai kendaraan diesel dulu. Tapi ini tetap tanggung jawab Pertamina. Sebelum BBM masuk ke tangki SPBU, ada proses pengecekan sampel. Artinya, ada yang luput dalam pengawasan,” ujarnya.

Hingga kini, warga yang terdampak masih menanti tanggapan resmi dari pihak Pertamina terkait dugaan BBM bermasalah ini.