SURABAYA-Konektivitas ke Kawasan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) mendapatkan dorongan baru dengan pembukaan rute penerbangan oleh maskapai Batik Air. Penerbangan terbaru mereka, Surabaya-Berau, resmi dioperasikan kemarin (6/9), dan mencatat keterisian penumpang yang mengesankan, dengan lebih dari 90 persen kursi terisi, menampung 142 penumpang dari total 156 kursi yang tersedia.
Operational Manager Batik Air, Kapten Agus Wicaksono, menjelaskan bahwa keputusan untuk membuka rute baru ini didorong oleh beberapa pertimbangan penting. Salah satunya adalah potensi pariwisata yang sedang berkembang pesat di Berau. “Pariwisata di Berau saat ini tengah menjadi sorotan banyak orang,” katanya di Bandara Internasional Juanda.
Selain potensi pariwisata yang menarik di Berau, Jawa Timur juga memiliki beragam destinasi wisata yang menarik. Terlebih lagi, Surabaya merupakan salah satu kota bisnis terbesar setelah Jakarta, sehingga meningkatkan konektivitas udara menjadi sangat penting. Sebelumnya, perjalanan dari Surabaya ke Berau seringkali memerlukan transit melalui Balikpapan atau Samarinda, yang memakan waktu dan biaya ekstra.
Di sisi lain, pembangunan Kawasan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur juga berjalan pesat, dan hal ini meningkatkan kebutuhan akan transportasi udara di wilayah tersebut. “Masyarakat di sekitar kota IKN pasti akan memerlukan layanan transportasi udara,” tambahnya.
General Manager Bandara Internasional Juanda, Sisyani Jaffar, menyatakan bahwa investasi besar sedang dilakukan di Kaltim dalam bentuk pembangunan IKN. Untuk mendukung pertumbuhan ini, penambahan penerbangan dari Surabaya ke Kaltim menjadi suatu keharusan.
Meskipun rute penerbangan masih belum pulih sepenuhnya pasca pandemi, tren pertumbuhan yang positif terus terlihat, terutama dalam pergerakan penumpang. “Kami terus berharap adanya penambahan rute baru atau peningkatan frekuensi penerbangan di masa depan,” ujarnya dengan optimisme.(*faz)

























