Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) segera dipimpin oleh pasangan bupati dan wakil bupati baru, menyusul kemenangan pasangan calon (Paslon) nomor urut 01, Aulia Rahman Basri – Rendi Solihin, dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kukar 2024 yang digelar Sabtu (19/4).
Berdasarkan hasil rapat pleno terbuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kukar, Kamis (24/4), Aulia-Rendi meraih suara terbanyak dari total 366.514 suara sah, yakni sebanyak 209.905 suara. Disusul Paslon nomor urut 03, Dendi Suryadi – Alif Turiadi dengan 105.073 suara, dan Paslon nomor urut 02, Awang Yacoub Luthman (AYL) – Akhmad Zais memperoleh 51.536 suara.
Menyikapi hasil tersebut, kedua rival Aulia-Rendi menyampaikan pernyataan terbuka dan menyerukan persatuan untuk membangun Kukar ke depan.
“Sebagai bagian tak terpisahkan dalam konstelasi politik daerah ini, saya menyampaikan bahwa kompetisi di Kukar telah selesai. Selamat kepada pasangan Aulia-Rendi yang telah mendapatkan suara terbanyak,” ucap AYL, Cabup nomor urut 02.
Ia juga mengajak seluruh pihak agar meninggalkan perbedaan demi kemajuan Kukar paska Pilkada.
“Akhiri kompetisi, bangun sinergi buat rekonsiliasi. Agar rakyat Kukar bisa merasakan keadilan dan kesejahteraan,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Cabup nomor urut 03, Dendi Suryadi. Ia menyatakan, pihaknya telah berjuang maksimal bersama pasangannya, Alif Turiadi, untuk meraih kemenangan dalam Pilkada dan PSU. Namun, ia meminta seluruh pendukungnya menerima hasil dengan lapang dada.
“Kita telah berupaya sekuat kemampuan agar meraih kemenangan. Tetapi Allah SWT menunda kemenangan tersebut. Maka, saya meminta kepada seluruh masyarakat Kukar, terutama pendukung DeAl, untuk menerima hasil ini dengan keikhlasan. Mari kita dukung dan doakan bupati dan wakil bupati terpilih agar bisa menjalankan amanah rakyat,” ujar Dendi.
Rapat pleno penghitungan suara sendiri digelar di Hotel Grand Singgasana, Tenggarong, dengan pengamanan ketat dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, dan Damkarmatan Kukar. PSU ini menjadi penentu akhir setelah proses Pilkada Kukar sempat tertunda dan diputuskan untuk dilakukan pengulangan di sejumlah wilayah.




























