Samarinda — Kasus pengeroyokan terhadap driver ojek online (ojol) di Jalan Anggur, Samarinda, yang sempat viral di media sosial, berakhir damai. Korban memilih penyelesaian kekeluargaan setelah menerima biaya pengobatan senilai Rp10 juta dari pihak terlapor.
Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi menyebut kesepakatan damai lahir atas permintaan korban. Menurutnya, peristiwa itu bermula dari senggolan kendaraan di persimpangan jalan, lalu korban menegur pihak yang terlibat agar lebih berhati-hati.
Dalam kejadian tersebut, sekitar lima orang disebut ikut mengerumuni korban. Dua di antaranya diduga melakukan pemukulan dengan tangan kosong. Rekaman insiden ini kemudian ramai setelah beredar luas di media sosial.
Beberapa hari setelah viral, dua terlapor bersama tiga rekannya datang ke Polsek Samarinda Ulu. Korban kemudian mencabut laporan dan menyepakati penyelesaian secara kekeluargaan tanpa tekanan dari pihak mana pun.
Satya, korban dalam peristiwa itu, menyampaikan bahwa kondisi dirinya, istri, dan anaknya baik-baik saja. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat serta kepolisian yang menjadi penengah dalam perkara tersebut. Baca juga berita Hukum lainnya di KataIKN.
Sumber: Bekesah.co



























