Example 325x300
Example floating
Example floating
IKN TerkiniKaltim

Otorita IKN Perkuat Literasi dan Numerasi SD di Sepaku, Program Diperluas ke 122 Sekolah

17
×

Otorita IKN Perkuat Literasi dan Numerasi SD di Sepaku, Program Diperluas ke 122 Sekolah

Sebarkan artikel ini
Pejabat Otorita IKN meninjau permainan edukasi dalam gelar karya penguatan literasi dan numerasi sekolah dasar di KIPP Nusantara.
Dokumentasi gelar karya peningkatan mutu pembelajaran sekolah dasar di IKN yang menampilkan program literasi dan numerasi di Sepaku.

KATAIKN.COM, NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Program INOVASI menegaskan lagi bahwa pembangunan ibu kota baru tidak berhenti pada gedung dan jalan. Dalam Gelar Karya Peningkatan Mutu Pembelajaran Sekolah Dasar di IKN yang berlangsung di Multifunction Hall Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Kamis (11/6/2026), tiga pihak itu memaparkan hasil program literasi dan numerasi IKN yang dijalankan di sekolah-sekolah dasar wilayah Sepaku.

Forum tersebut dipakai untuk memperlihatkan praktik baik pembelajaran, hasil pendampingan guru, serta arah perluasan program ke lebih banyak sekolah. Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN Alimuddin menegaskan ukuran keberhasilan program bukan hanya kenaikan kemampuan baca-hitung murid, tetapi juga perubahan cara guru mengajar dan cara sekolah mendampingi anak. “Yang paling penting dari program ini bukan hanya meningkatnya kemampuan literasi dan numerasi murid, tetapi juga terjadinya perubahan cara guru mengajar, cara kepala sekolah memimpin pembelajaran, serta bagaimana pengawas sekolah mendampingi satuan pendidikan untuk terus melakukan perbaikan,” kata Alimuddin, seperti dikutip dari RRI.

Example 300x600

Program literasi dan numerasi IKN kini menjangkau 122 sekolah dasar

Dari pemaparan yang disampaikan dalam kegiatan itu, Otorita IKN dan mitra pendidikan menyebut intervensi penguatan pembelajaran dasar sudah diperluas sejak 2024 ke 122 sekolah dasar di wilayah IKN. Bentuk dukungannya meliputi pelatihan guru, penyediaan buku, penyebaran praktik baik, hingga pendampingan berbasis asesmen agar metode belajar di kelas lebih sesuai dengan kebutuhan tiap murid.

Delapan sekolah dasar di sekitar Sepaku juga diposisikan sebagai sekolah percontohan. Dari sekolah-sekolah inilah praktik pembelajaran kontekstual, penggunaan asesmen rutin, dan penguatan peran kepala sekolah serta pengawas diuji lebih intensif sebelum diperluas. Laporan NewsBorneo menyebut kegiatan 11 Juni itu menjadi ajang berbagi pengalaman dari sekolah dampingan yang selama dua tahun terakhir menjalankan program literasi dan numerasi di wilayah Sepaku.

Arah pembangunan sumber daya manusia di Nusantara sendiri sudah beberapa kali ditegaskan Otorita IKN. Sebelumnya, saat Hardiknas 2026 di kawasan IKN, Otorita menekankan bahwa pendidikan harus menjadi fondasi kota masa depan, bukan sekadar pelengkap pembangunan fisik.

Kenaikan kemampuan membaca jadi indikator paling konkret

Dalam rilis resmi Otorita IKN mengenai kolaborasi pendidikan dasar, hasil evaluasi satu semester menunjukkan suasana kelas menjadi lebih menyenangkan, guru lebih siap mendorong pembelajaran abad ke-21, dan siswa memperlihatkan kemajuan dalam berpikir kritis serta kemandirian. Ukuran yang paling mudah dibaca publik adalah capaian membaca siswa yang disebut naik dari 52,4 persen menjadi 71 persen dalam satu semester.

Angka itu dipaparkan sebagai hasil awal dari kombinasi pendampingan guru, keterlibatan orang tua, dan penguatan lingkungan belajar yang lebih literat. Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen Nunuk Suryani menilai keberhasilan program harus dilihat dari dampaknya terhadap hasil belajar anak, bukan berhenti di pelatihan semata. “Keberhasilan program tidak hanya dilihat dari pelatihan guru, tetapi dari dampaknya terhadap hasil belajar anak. Pendampingan yang intensif terhadap guru, kepala sekolah, dan pengawas menunjukkan hasil yang signifikan dalam waktu yang relatif singkat,” ujarnya.

Pendidikan dasar disebut fondasi kota pintar di IKN

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono dalam rilis resmi lembaganya menyebut kota pintar harus dimulai dari sekolah yang cerdas, guru yang berdaya, dan anak-anak yang belajar secara bermakna. Menurut dia, Otorita IKN tidak hanya membangun sekolah baru di KIPP, tetapi juga memikul tanggung jawab meningkatkan mutu 355 sekolah eksisting di wilayah IKN agar manfaat pembangunan ikut dirasakan warga yang sudah lebih dulu bermukim di kawasan tersebut.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa program literasi dan numerasi IKN ditempatkan sebagai investasi jangka panjang, bukan proyek seremonial. Pendekatan serupa juga sejalan dengan agenda penguatan inovasi dan riset yang belakangan ikut didorong di ibu kota baru, termasuk saat IKN diproyeksikan menjadi pusat inovasi dan riset melalui keterlibatan kampus dan program nyata.

Dengan demikian, gelar karya di KIPP Nusantara pada 11 Juni 2026 bukan hanya memamerkan hasil pembelajaran di ruang kelas. Kegiatan itu sekaligus menjadi penanda bahwa pembangunan IKN mulai diuji dari kualitas manusia yang disiapkan di sekolah-sekolah dasar sekitar kawasan inti. Detail perkembangan program juga dapat ditelusuri melalui arsip rilis Otorita IKN dan pembaruan berita lainnya di kanal IKN Terkini.