Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong Kawasan Industri Buluminung menjadi simpul pertumbuhan ekonomi baru yang terkoneksi langsung dengan Ibu Kota Nusantara (IKN). Langkah ini ditegaskan Bupati PPU Mudyat Noor pada acara penandatanganan komitmen bersama kepala daerah se-Kalimantan Timur di Samarinda, Jumat, 25 April 2026.
Mudyat menilai, PPU kini tidak cukup hanya menjual potensi wilayah. Daerah itu harus tampil dengan proyek yang sudah siap dikerjakan melalui skema Investment Project Ready to Offer (IPRO), sehingga investor mendapat gambaran yang jelas soal lahan, kelayakan teknis, hingga hitungan ekonominya.
“Pemutakhiran data IPRO adalah langkah krusial untuk memberikan kepastian bagi investor. Kami menjamin kesiapan lahan, kelayakan proyek secara teknis dan ekonomis, hingga dukungan regulasi yang kuat,” ujar Mudyat Noor.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari penguatan Regional Investment Relations Unit (RIRU), mekanisme yang disiapkan untuk membuat arus investasi masuk lebih terarah, transparan, dan berkelanjutan. Dengan dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemkab PPU berharap hambatan birokrasi bisa dipangkas dan proyek prioritas lebih cepat bergerak.
Selain Buluminung, PPU juga membuka peluang di sektor logistik dan pelabuhan, pariwisata, serta agroindustri dan ketahanan pangan. Tiga sektor ini dinilai penting untuk menopang kebutuhan penduduk IKN yang terus bertambah dan memperkuat rantai pasok di kawasan penyangga.
“Penajam Paser Utara siap menjadi mitra strategis utama bagi para investor. Kami bukan hanya penonton, tapi pemain aktif dalam pertumbuhan ekonomi baru di sekitar IKN,” tegas Mudyat Noor.
Dengan positioning itu, Kalimantan Timur bukan hanya menjadi lokasi pembangunan pusat pemerintahan baru, tetapi juga lahan pertumbuhan ekonomi baru. Buluminung pun disiapkan untuk tampil sebagai kawasan industri masa depan yang modern, terintegrasi, dan ramah lingkungan.



















