Example 325x300
Example floating
Example floating
IKN Terkini

Indonesia Uji Taksi Terbang, Era Mobilitas Masa Depan Dimulai

110
×

Indonesia Uji Taksi Terbang, Era Mobilitas Masa Depan Dimulai

Sebarkan artikel ini

Indonesia memasuki babak baru transportasi futuristik dengan suksesnya uji coba perdana taksi terbang EHang 216-S di kawasan Phantom Ground Park, PIK 2, Tangerang, Banten. Momen ini bukan hanya mencatat sejarah baru di dunia transportasi nasional, tapi juga menjadi langkah awal menuju pariwisata berbasis teknologi canggih.

Dalam penerbangan perdananya, Raffi Ahmad, yang kini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, menjadi penumpang pertama bersama Rudy Salim, Executive Chairman Prestige Aviation. Keduanya menjajal sensasi terbang menggunakan drone raksasa tanpa pilot yang dikendalikan oleh sistem kecerdasan buatan (AI).

Example 300x600

EHang 216-S merupakan Autonomous Aerial Vehicle (AAV) bertenaga listrik yang mampu membawa dua penumpang dengan total beban 220 kilogram. Dengan kecepatan maksimum 130 km/jam dan jarak tempuh 35 kilometer dalam waktu 21 menit, EHang menjadi alternatif baru bagi mobilitas udara yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Izin terbang dari Kementerian Perhubungan turut menandai kesiapan regulasi nasional terhadap teknologi ini.

Raffi menyebut taksi terbang ini bukan sekadar alat transportasi, melainkan wahana edukasi dan simbol kolaborasi global. Ia membayangkan EHang sebagai moda wisata premium yang terjangkau, seperti penerbangan singkat untuk pasangan bulan madu di Bali. “Helikopter terlalu mahal, EHang bisa menjadi pengalaman unik yang bisa diakses lebih luas,” ujarnya.

Sementara itu, dari sisi lain pembangunan ibu kota baru, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Hyundai Motors Company dan Korean Aerospace Research Institute (KARI) tengah mengembangkan taksi terbang versi mereka sendiri. Pada 29 Juli 2024, prototipe buatan Hyundai sukses diuji di Bandara APT Pranoto, Samarinda, sebagai bagian dari proof of concept.

Dengan kecepatan 200 km/jam dan daya angkut 100 kg, Hyundai menargetkan pengoperasian komersial mulai 2029, meski implementasi penuh baru direncanakan setelah 2030 karena berbagai pertimbangan teknis dan regulatif.

Meski sebagian besar teknologi diimpor, Otorita IKN membuka peluang kerja sama lanjutan dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) untuk membangun ekosistem industri penerbangan otonom dalam negeri. Masa depan mobilitas udara Indonesia kini perlahan mendekati kenyataan.