Example 325x300
Example floating
Example floating
IKN Terkini

Semarak Malam Minggu di IKN, Ribuan Warga Padati Nusantara Cultural Festival

119
×

Semarak Malam Minggu di IKN, Ribuan Warga Padati Nusantara Cultural Festival

Sebarkan artikel ini

Ribuan warga memadati kawasan Amphitheater Seberang Istana Garuda, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (31/5/2025) malam.

Suasana meriah itu menjadi bagian dari rangkaian hari kedua Nusantara Cultural Festival (NCF), yang menghadirkan pertunjukan seni budaya dari berbagai daerah di Indonesia.

Example 300x600

Penampilan grup Felefet dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Malinau menjadi salah satu sorotan utama malam itu.

Dengan kostum khas Dayak bernuansa merah-hitam dan iringan musik tradisional sape, tarian energik ini berhasil membangkitkan semangat penonton yang menyambutnya dengan tepuk tangan riuh.

Festival dibuka dengan penampilan musik kolintang oleh Kerukunan Keluarga Kawanua, dibawakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVII Sulawesi Utara–Gorontalo. Sejak awal, kegiatan ini menarik perhatian masyarakat, khususnya warga Sepaku dan sekitarnya, yang antusias menyaksikan pertunjukan seni dari berbagai penjuru Nusantara.

Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Marthin Billa, turut hadir dalam acara tersebut bersama Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono dan Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin.

“Ini adalah momentum penting. Kehadiran IKN tidak menyingkirkan budaya lokal, tetapi justru memberi ruang agar tetap hidup dan berkembang,” ujar Marthin Billa dalam sesi talkshow kebudayaan yang digelar di siang hari.

Malam budaya itu menyajikan delapan pertunjukan, mulai dari Felefet, Madihin Milenial dari Kalimantan Tengah–Kalimantan Selatan, hingga Tato Dayau dari Dinas Pendidikan Tabalong. Irama kolintang dari Sulawesi Utara kembali mengisi panggung, disusul penampilan Sanggar Permippos dari wilayah Sulawesi Tengah–Barat.

Kalimantan Timur tampil dominan dengan dua pertunjukan khas: The Culture of Kutai Kartanegara oleh Dinas Pendidikan Kukar, dan Tingkilan Bebaya Etam oleh Dinas Pendidikan Kaltim. Acara ditutup meriah oleh Etno Musica dari Sanggar Seni Rekan Tatau Disbudpar Malinau, yang memadukan musik etnik dan modern dalam komposisi yang harmonis.

Panggung NCF malam itu menjadi pelepas dahaga hiburan bagi warga sekitar, terlebih karena kawasan KIPP IKN dibuka untuk umum selama festival berlangsung. Kendaraan pribadi diperbolehkan masuk dengan pengawasan petugas untuk menjaga ketertiban.

Gelaran hari ketiga NCF akan dilanjutkan Minggu pagi (1/6/2025) dengan kegiatan Senam Sehat Bersama pukul 06.00 WITA, disertai pembagian doorprize sepeda gunung.