KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) kini menempatkan generasi muda sebagai kunci dalam strategi transformasi promosi pariwisata. Melalui program Teruna Dara, pemerintah daerah tak hanya mendorong peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga menanamkan kesadaran kolektif akan pentingnya pariwisata berkelanjutan di kalangan anak muda.
Pelibatan Teruna Dara sebagai duta wisata bukan sekadar simbolik. Mereka diposisikan sebagai komunikator budaya dan agen perubahan. Perannya tak hanya memperkenalkan destinasi, tetapi juga mengedukasi masyarakat, khususnya pelajar, mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai lokal di tengah arus modernisasi pariwisata.
Plt Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kukar, Ivan Ahmad, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari pendekatan promosi yang lebih kontekstual dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Salah satu bentuk konkret dari program ini adalah kegiatan “Dialog Wisata”, di mana para Teruna Dara mendatangi sekolah-sekolah untuk berbagi wawasan tentang kekayaan alam dan budaya Kukar secara interaktif.
“Promosi pariwisata hari ini tidak cukup hanya lewat media konvensional. Kita butuh pendekatan yang menyentuh hati generasi muda, dan Teruna Dara punya peran strategis di situ,” ujar Ivan.
Menurutnya, narasi lokal yang dibawakan langsung oleh anak muda memiliki daya tarik tersendiri. Selain membangun kedekatan emosional antara masyarakat dengan destinasi wisata, kehadiran mereka juga menciptakan rasa kepemilikan terhadap kekayaan budaya daerah.
Tak hanya tampil di dalam daerah, para Teruna Dara juga membawa nama Kukar dalam berbagai ajang luar, seperti pameran pariwisata dan lomba fashion batik tingkat provinsi. Partisipasi mereka menjadi bukti nyata bahwa generasi muda bisa menjadi katalis dalam memajukan pariwisata berbasis budaya.
Langkah ini menunjukkan visi jangka panjang Dispar Kukar untuk membentuk ekosistem pariwisata yang inklusif. Generasi muda tidak hanya dijadikan target pasar, tetapi juga dilibatkan dalam proses kreatif dan pengambilan peran.
Lebih jauh, upaya ini menegaskan bahwa pelestarian budaya dan promosi pariwisata tidak bisa dipisahkan dari partisipasi aktif masyarakat, terutama generasi penerus. Dengan keterlibatan anak muda, harapan akan tumbuhnya pariwisata Kukar yang berkarakter dan berkelanjutan semakin nyata. (Adv/Dispar Kukar)



























