Example 325x300
Example floating
Example floating
KaltimKutai Kartanegara

Disperkim Kukar Perkuat Akses Air Bersih dan Sanitasi, Fokus Tekan Stunting di Wilayah Perdesaan

74
×

Disperkim Kukar Perkuat Akses Air Bersih dan Sanitasi, Fokus Tekan Stunting di Wilayah Perdesaan

Sebarkan artikel ini

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) terus memperkuat komitmennya dalam menyediakan akses air bersih dan sanitasi layak bagi masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari strategi menyeluruh untuk menekan angka stunting yang masih menjadi tantangan di beberapa wilayah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperkim Kukar, M Aidil, menjelaskan bahwa program penyediaan sarana air bersih dan sanitasi diarahkan berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar.

Example 300x600

“Sanitasi memang menjadi bagian dari program kami di sini. Data kami merujuk pada data stunting di Dinkes. Meski belum seluruhnya kami tangani, dari data yang masuk ke RBPK, kami dapat melihat kondisi masing-masing wilayah untuk menentukan prioritas,” jelasnya.

Pada tahun 2024 lalu, Disperkim Kukar berhasil mendistribusikan sekitar 1.000 unit sarana sanitasi. Sementara pada 2025 ini, target distribusi berada di angka 400 unit, dengan mempertimbangkan keterjangkauan anggaran dan kebutuhan paling mendesak.

Dalam upaya mempercepat pemenuhan kebutuhan air bersih di wilayah perdesaan, Disperkim Kukar juga membentuk tim lintas sektor yang melibatkan Bappeda, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta internal Disperkim. Tim ini akan fokus mengembangkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) perdesaan yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau Kelompok Sistem Penyediaan Air Minum (KPSAM).

Sebagai pilot project, Desa Sedulang telah berhasil mengoperasikan SPAM dengan dukungan penuh dari PDAM, termasuk pelatihan administrasi dan sistem pembayaran.

“Kami ingin memastikan bahwa pengelolaan air bersih ini berkelanjutan. Karena itu, PDAM memberikan edukasi dari sisi administrasi dan pengelolaan pembayaran masyarakat,” ujar Aidil.

Tahun ini, program pengembangan SPAM perdesaan direncanakan tersebar di sejumlah titik prioritas, terutama di Muara Jawa, Samboja, dan Kota Bangun, termasuk desa Loleng dan Kedang Ipil yang dinilai paling membutuhkan.

“Kami berkomitmen untuk melayani kebutuhan masyarakat akan air bersih, air minum, sanitasi layak, hingga penerangan jalan umum, sesuai dengan pagu anggaran yang tersedia,” tegas Aidil.

Program ini mendapat sambutan positif dari warga yang kini lebih mudah mendapatkan akses sanitasi sehat dan air bersih. Disperkim berharap seluruh program dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

“Semoga yang kami bangun benar-benar bermanfaat dan menjawab kebutuhan di lapangan,” tutupnya. (Adv/Diskominfo Kukar)