Example 325x300
Example floating
Example floating
Ekopol

RI-AS Bahas Negosiasi Dagang, Indonesia Ajukan 5 Kepentingan Nasional

80
×

RI-AS Bahas Negosiasi Dagang, Indonesia Ajukan 5 Kepentingan Nasional

Sebarkan artikel ini

Pemerintah Indonesia terus mengintensifkan negosiasi dagang dengan Amerika Serikat (AS), guna menghindari potensi kebijakan tarif yang merugikan dari pemerintahan Trump.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, delegasi Indonesia telah bertemu dengan sejumlah pejabat tinggi AS, termasuk Ambasador USTR Jamieson Greer, Menteri Keuangan AS Scott Bessent, dan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick.

Example 300x600

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia menyampaikan proposal yang menitikberatkan pada lima kepentingan strategis nasional. Kelima poin tersebut antara lain:

  1. Kebutuhan energi nasional
  2. Perlindungan dan perluasan pasar ekspor Indonesia dengan tarif kompetitif
  3. Deregulasi dan kemudahan berusaha guna penciptaan lapangan kerja
  4. Kerja sama dalam rantai pasok industri strategis dan mineral kritis
  5. Akses teknologi di berbagai bidang seperti kesehatan, pertanian, dan energi terbarukan

Airlangga menyebut pendekatan ini diterima secara positif oleh pemerintah AS. Bahkan, AS membuka ruang dialog lebih lanjut dan menyepakati pembahasan teknis dalam waktu dekat.

“Dialog dan pembahasan teknis detail dilakukan dalam dua minggu ke depan,” ujar Airlangga, Jumat (25/4/2025).

Pemerintah Indonesia, lanjutnya, telah menyiapkan lima sektor khusus untuk dibahas dalam pertemuan lanjutan tersebut. Sebuah working group juga telah dibentuk untuk mempercepat proses negosiasi.

Airlangga menegaskan bahwa proses ini melibatkan konsultasi dengan berbagai pemangku kepentingan di dalam negeri, termasuk pengusaha dan asosiasi bisnis strategis. Beberapa di antaranya adalah asosiasi semikonduktor, US-ASEAN Business Council, Amazon, Boeing, Microsoft, dan Google.

“Masukan ini penting agar hasil negosiasi dapat mencerminkan kepentingan nasional dan memberikan keadilan bagi semua pihak,” tegasnya.

Indonesia disebut sebagai salah satu dari 20 negara yang sudah memasuki fase awal negosiasi resmi dengan AS. Pemerintah berkomitmen melanjutkan komunikasi baik di tingkat nasional maupun internasional demi mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.