KATAIKN.COM, NUSANTARA — Kehadiran beruang madu, lutung merah, rusa sambar, dan berbagai jenis burung kembali terpantau di kawasan hutan Ibu Kota Nusantara (IKN). Otorita IKN menilai kemunculan satwa liar itu menjadi sinyal bahwa ekosistem IKN mulai pulih setelah reforestasi dijalankan sejak 2022.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan kemunculan satwa liar tersebut menunjukkan konsep smart forest city mulai memberi hasil di lapangan. “Kehadiran beragam satwa liar tersebut menjadi salah satu tanda bahwa ekosistem yang sehat mulai terbentuk, seiring upaya mengembalikan fungsi alami kawasan melalui konsep smart-forest city,” kata Basuki di Nusantara, Jumat, 5 Juni 2026, sebagaimana dilaporkan ANTARA.
Satwa kembali terpantau setelah reforestasi
Menurut Otorita, sekitar 65 persen lahan IKN diproyeksikan berupa kawasan hutan hujan tropis Kalimantan hasil rehabilitasi. Area yang sebelumnya didominasi hutan tanaman industri eukaliptus secara bertahap dipulihkan melalui penanaman berkelanjutan agar kembali menjadi habitat yang lebih ramah bagi satwa dan keanekaragaman hayati.
Basuki menyebut hasil rehabilitasi itu mulai terlihat dari kemunculan kembali satwa liar di kawasan Nusantara. “Hasilnya, kini kita mulai melihat berbagai satwa seperti Beruang Madu dan Lutung Merah kembali terpantau di kawasan IKN. Ini menunjukkan bahwa ekosistem yang kita bangun mulai hidup dan memberikan ruang bagi keanekaragaman hayati untuk berkembang,” ujarnya.
Penanaman pohon diperkuat di Wanagama IKN
Komitmen pemulihan lingkungan itu juga ditegaskan lewat kegiatan penanaman pohon pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Jumat, 5 Juni 2026. Kegiatan tersebut digelar Otorita IKN bersama Universitas Gadjah Mada, PT Pamapersada Nusantara, dan unsur Kementerian Kehutanan di kawasan Wanagama IKN.
Wanagama IKN merupakan kawasan hutan seluas 621 hektare di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Nusantara. Area ini dikembangkan sebagai ruang pendidikan, penelitian, dan restorasi ekosistem hutan hujan tropis untuk menopang visi IKN sebagai kota yang selaras dengan alam.
Forest city jadi pekerjaan jangka panjang
Basuki menegaskan pembangunan IKN tidak berhenti pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus memulihkan fungsi ekologis kawasan. Karena itu, penanaman pohon dan penjagaan lingkungan disebut harus menjadi kebiasaan sehari-hari warga dan aparatur yang tinggal maupun bekerja di Nusantara.
Upaya tersebut melengkapi agenda penghijauan lain yang juga terus digerakkan di kawasan IKN, termasuk program penanaman bibit di ruang terbuka hijau seperti yang sebelumnya dilakukan Otorita IKN di Miniatur Hutan Hujan Tropis Sepaku. Jika konsisten dijaga, kemunculan satwa liar dapat menjadi indikator penting bahwa ekosistem IKN mulai pulih dan konsep forest city tidak berhenti sebagai slogan.




























