Example 325x300
Example floating
Example floating
Balikpapan

Longsor Simpang BJBJ Balikpapan Ubah Arus Lalu Lintas di Jalan Syarifudin Yoes

11
×

Longsor Simpang BJBJ Balikpapan Ubah Arus Lalu Lintas di Jalan Syarifudin Yoes

Sebarkan artikel ini
Papan pemberitahuan pengalihan arus lalu lintas di Simpang BJBJ Balikpapan akibat longsor Jalan Syarifudin Yoes
Pemberitahuan pengalihan arus lalu lintas di Simpang BJBJ, Balikpapan.

Balikpapan, Minggu (17/5/2026) — Longsor di simpang BJBJ, Jalan Syarifudin Yoes, membuat Dinas Perhubungan Balikpapan memberlakukan rekayasa lalu lintas di salah satu jalur utama kota. Kebijakan ini disiapkan untuk menjaga keselamatan pengendara sekaligus mencegah penumpukan kendaraan selama perbaikan berlangsung.

Rute kendaraan berat dialihkan lewat MT Haryono

Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Fathurrahman, mengatakan pengaturan arus kendaraan akan tetap berlaku sampai pekerjaan perbaikan selesai. “Masyarakat diimbau agar tetap berhati-hati, mengurangi kecepatan kendaraan, dan mematuhi rambu lalu lintas yang telah dipasang,” ujarnya.

Example 300x600

Dalam skema baru itu, kendaraan berat roda enam dengan Jumlah Berat Bruto (JBB) di atas enam ton dari arah Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan diarahkan melalui Jalan MT Haryono menuju Jalan Jenderal Sudirman. Langkah ini diambil supaya kendaraan besar tidak menambah risiko di titik longsor yang masih dalam penanganan.

Jalur alternatif untuk roda dua dan roda empat

Kendaraan ringan dialihkan ke beberapa ruas lain, seperti Jalan Kasih menuju Jalan Ruhui Rahayu, atau dari Jalan Asnawi Arbain menuju Jalan Punai maupun Jalan Ketinjau. Opsi lain juga disiapkan melalui Jalan Marsma Iswahyudi menuju Jalan ZA Maulani.

Pengaturan serupa berlaku untuk arus dari kawasan WIKA. Dishub juga menempatkan petugas di titik strategis agar pengendara mendapat arahan langsung. “Masyarakat bisa memahami kebijakan sementara ini dan bersabar selama proses perbaikan berlangsung agar kondisi jalan kembali aman,” kata Fadli.

Warga disarankan menambah waktu tempuh, terutama pada jam sibuk pagi dan sore, karena jalur alternatif berpotensi lebih padat dari biasanya.

Untuk pembaruan lain dari kota ini, pembaca bisa mengikuti arsip Balikpapan. Rincian awal peristiwa ini juga dilaporkan BeritaKaltim.