Bontang terus menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan memperkuat strategi ketenagakerjaan. Upaya itu mengantar Pemerintah Kota Bontang meraih penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Kalimantan di Balikpapan, Selasa, 5 Mei 2026.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan visi kota yang diusung pemerintah daerah menjadi landasan penyusunan kebijakan. Ia menekankan, “Mewujudkan Kota Bontang sebagai Kota Industri dan Jasa yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan sebagai Daerah Mitra IKN.”
Menurut Neni, visi itu bukan sekadar slogan. Pemkot Bontang menempatkan pengurangan pengangguran sebagai agenda utama dengan memperluas pelatihan, keterampilan, pemagangan, dan sertifikasi tenaga kerja. Saat forum “Forum Orkestrasi Pembangunan Negeri” bertema “Sinergi Strategis Daerah dalam Menjawab Tantangan dan Memperkuat Daya Saing Nasional”, ia memaparkan bahwa pemerintah kota telah membuka 63 jurusan pelatihan yang menjangkau 1.857 pencari kerja.
Langkah lain juga dikerjakan, mulai dari membangun forum komunikasi antara lembaga pelatihan dan industri daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, membentuk Unit Layanan Disabilitas (ULD), hingga mendorong investasi tahun 2025 yang disebut tumbuh 13,66 persen.
Dengan rangkaian kebijakan itu, Bontang berharap peran sebagai mitra IKN tidak berhenti pada posisi geografis. Kota ini ingin menunjukkan bahwa kesiapan SDM dan penyerapan tenaga kerja menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan kawasan penyangga Nusantara.




















