Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) membuka ruang yang lebih luas bagi sivitas akademika untuk terlibat dalam pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur. Dalam pertemuan di Sepaku, Penajam Paser Utara, Sabtu (18/4/2026), Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa kampus tidak hanya diposisikan sebagai pengamat, melainkan sebagai mitra yang ikut merancang ekosistem kota baru.
Basuki mengatakan keterlibatan akademisi penting agar pembangunan IKN tetap bertumpu pada kajian ilmiah. “Keterlibatan langsung sivitas akademika penting dalam proses pembangunan. Ke depan akan didorong keterlibatan mahasiswa turut berkontribusi secara langsung,” ujarnya. Pernyataan itu menunjukkan bahwa Otorita ingin menjadikan IKN bukan semata proyek fisik, tetapi ruang tumbuh bagi riset, pendidikan, dan aktivitas ekonomi berbasis pengetahuan.
Salah satu pintu kerja sama yang paling konkret datang dari Universitas Hasanuddin (Unhas). Otorita IKN memberi lampu hijau jika kampus tersebut ingin mengembangkan institusi di kawasan Nusantara. Kerja sama yang dibahas tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi mencakup pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pelatihan kepakaran, hingga pembentukan sentra bisnis yang bisa menopang kebutuhan ekonomi IKN.
Di dalam paket kolaborasi itu, ada sejumlah prioritas yang langsung menyentuh warga sekitar. Otorita dan Unhas menyiapkan jalur khusus bagi putra-putri daerah penyangga untuk menempuh pendidikan tinggi, mengembangkan hutan pendidikan sebagai laboratorium alam dan pusat konservasi, serta menghadirkan pelatihan profesional bagi tenaga kerja lokal. Langkah-langkah ini memperlihatkan bahwa pembangunan IKN kini bergerak ke tahap yang lebih matang: membangun manusia, bukan hanya infrastruktur.
Rektor Universitas Hasanuddin, Jamaluddin Jompa, menyambut kemitraan itu sebagai tanggung jawab moral kampus untuk memastikan proyek nasional tetap berjalan di jalur keilmuan yang tepat. “Untuk daerah penyangga IKN disiapkan program afirmasi khusus, terutama program yang relevan pembangunan IKN,” kata Jamaluddin. Menurut dia, perhatian pada wilayah penyangga penting agar daerah sekitar IKN tidak tertinggal ketika pusat pemerintahan baru mulai berkembang.
Di tengah sorotan publik terhadap pembangunan fisik, keterlibatan kampus memberi lapisan baru bagi Nusantara. IKN berpeluang tumbuh sebagai pusat inovasi dan riset yang membuka ruang bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan pelaku usaha untuk terlibat langsung. Jika program ini berjalan konsisten, dampaknya bukan hanya terasa di kawasan inti pemerintahan, tetapi juga di ekonomi lokal, kualitas sumber daya manusia, dan jejaring pengetahuan di Kalimantan Timur.
Baca juga: Otorita IKN Buka Peluang Kampus Ikut Bangun Nusantara
Unhas dan OIKN Kian Dekat, Kampus Baru di IKN Makin Nyata



















