Example 325x300
Example floating
Example floating
KaltimSamarinda

Normalisasi Sungai Dikebut, Upaya Atasi Banjir di Sekitar GOR Kadrie Oening

85
×

Normalisasi Sungai Dikebut, Upaya Atasi Banjir di Sekitar GOR Kadrie Oening

Sebarkan artikel ini

Banjir yang kerap merendam kawasan Jalan Wahid Hasyim hingga GOR Kadrie Oening, Kecamatan Samarinda Utara, disorot sebagai akibat dari saluran drainase yang tak berfungsi optimal.

Tumpukan sampah dan sedimentasi membuat aliran air tersumbat dan memicu luapan ke permukaan, terutama saat hujan deras turun.

Example 300x600

Menanggapi persoalan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (DPUPR Pera) Kaltim melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) telah menjalankan program normalisasi sungai di kawasan terdampak sejak Juni lalu. Salah satu titik yang kini menjadi fokus penanganan adalah sepanjang aliran di sekitar GOR Kadrie Oening.

“Aliran ini masuk dalam kawasan sungai di Samarinda karena saluran dari Jalan Wahid Hasyim mengalir ke Sungai Karang Mumus (SKM) melalui saluran di stadion hingga ke Perumahan Rapak Binuang,” jelas Fadly Kasim, Kasi Sungai dan Pantai Bidang SDA DPUPR Pera Kaltim, Kamis (3/7).

Normalisasi dilakukan pada aliran Sungai Sempaja dengan total panjang sekitar 1.900 meter, dari Jalan Wahid Hasyim hingga Rapak Binuang. Saat ini, pekerjaan difokuskan pada segmen di kawasan Stadion Sempaja sepanjang kurang lebih 900 meter.

Menurut Fadly, salah satu penyebab utama banjir di kawasan tersebut adalah tingginya sedimentasi serta volume sampah yang menumpuk. Saat awal pengerjaan, tim menemukan tumpukan sampah yang memerlukan lebih dari empat truk untuk mengangkutnya, belum termasuk lapisan endapan lumpur yang menebal di dasar saluran.

Namun, proses pengerjaan dihadapkan pada kendala lapangan. Beberapa bangunan yang berdiri terlalu dekat dengan tepi sungai membuat ruang kerja alat berat terbatas. Akibatnya, sejumlah titik harus digarap secara manual.

“Kita turunkan dua alat berat jenis excavator dan dua unit dump truck. Tapi memang ada beberapa bagian yang harus digali manual,” kata Fadly.

Ia memperkirakan pekerjaan akan rampung dalam dua bulan ke depan dan diharapkan mampu mengurangi frekuensi serta durasi genangan air di kawasan simpang empat Sempaja dan sekitar GOR Kadrie Oening.