Example 325x300
Example floating
Example floating
Dispar KukarKaltimKutai Kartanegara

Mahoni Menyala, Wisata Malam Penuh Cahaya yang Bikin Bukit Mahoni Kukar Kian Bersinar

76
×

Mahoni Menyala, Wisata Malam Penuh Cahaya yang Bikin Bukit Mahoni Kukar Kian Bersinar

Sebarkan artikel ini

KUTAI KARTANEGARA – Bukit Mahoni di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, kini tak hanya memikat di siang hari. Dengan hadirnya program “Mahoni Menyala”, kawasan ini menjelma menjadi destinasi wisata malam yang penuh pesona dan warna.

Program ini resmi diluncurkan pada 25 Januari 2025 oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Mentari, sebagai wujud nyata pengembangan pariwisata berbasis komunitas. Tak sekadar menambah jam operasional, Mahoni Menyala membawa transformasi visual dan atmosfer yang memukau.

Example 300x600

“Kami ingin menciptakan pengalaman berbeda. Pengunjung tidak hanya datang siang hari untuk menikmati rindangnya pepohonan Mahoni, tapi juga bisa datang malam hari untuk merasakan keajaiban cahaya,” ujar Lucky Annisa, Ketua Pokdarwis Mentari.

Dengan luas sekitar 2,4 hektare, kawasan Bukit Mahoni terbagi dalam dua zona utama: hutan Mahoni alami seluas 1 hektare dan area penunjang seluas 1,4 hektare yang digunakan sebagai taman, area kuliner, dan parkir.

Di malam hari, kawasan hutan Mahoni dihiasi lampu warna-warni yang tertata artistik di antara pepohonan. Sinar temaram yang terpancar menciptakan nuansa magis layaknya negeri dongeng—pengalaman unik yang langsung mencuri hati pengunjung.

Tak hanya menonjolkan estetika, Mahoni Menyala juga menyuguhkan beragam hiburan malam keluarga, mulai dari mini zoo, arena panahan, trampolin, kolam renang, spot foto Instagramable, hingga area kuliner malam yang menawarkan cita rasa khas lokal.

Sejak peluncurannya, animo masyarakat terhadap Mahoni Menyala sangat tinggi. Jumlah kunjungan malam terus meningkat, menjadi bukti bahwa konsep wisata malam berbasis komunitas memiliki daya tarik yang kuat.

Pokdarwis Mentari pun terus berinovasi. Penambahan lampu penerangan jalan, jalur pedestrian yang ramah anak dan difabel, hingga titik-titik edukasi interaktif terus dikembangkan demi menghadirkan kenyamanan dan nilai tambah bagi pengunjung.

“Kami ingin Bukit Mahoni dikenal bukan hanya karena keindahan alamnya, tapi juga karena semangat inovasi dan kolaborasi masyarakat dalam mengelolanya,” ungkap Lucky.

Dengan pendekatan inklusif dan kreatif, Mahoni Menyala tak hanya memperkuat identitas Bukit Mahoni sebagai destinasi wisata baru, tetapi juga menjadi simbol pariwisata berkelanjutan dan pemberdayaan lokal di Kutai Kartanegara. (Adv/Dispar Kukar)