Example 325x300
Example floating
Example floating
KaltimKutai Kartanegara

Kolaborasi Dinsos dan Dinkes Kukar Tangani ODGJ, Fokus pada Edukasi dan Fasilitas Kesehatan

72
×

Kolaborasi Dinsos dan Dinkes Kukar Tangani ODGJ, Fokus pada Edukasi dan Fasilitas Kesehatan

Sebarkan artikel ini

Dinas Sosial Kutai Kartanegara (Dinsos Kukar) menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar dalam upaya memberikan perawatan kesehatan bagi Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) serta memberikan edukasi kepada keluarga penderita.

Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa para ODGJ mendapatkan perawatan yang layak sekaligus mengedukasi keluarga agar lebih memahami cara menghadapi dan merawat mereka.

Example 300x600

Menghadapi kenyataan bahwa salah satu anggota keluarga mengalami gangguan jiwa bukanlah hal yang mudah. Banyak keluarga yang merasa bingung dan tidak tahu bagaimana cara yang tepat dalam merawat penderita ODGJ. Bahkan, sebagian dari mereka menyerahkan tanggung jawab perawatan kepada pihak lain, termasuk pemerintah.

Plt Kepala Dinas Sosial Kukar, Yuliandris, menyebutkan bahwa salah satu tantangan terbesar adalah edukasi kepada keluarga penderita. Tidak sedikit keluarga yang justru menolak keberadaan anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwa.

“Kita (Dinsos) bersama dengan Dinkes Kukar berkolaborasi dalam penanganan ODGJ, terutama pemberian edukasi kepada keluarga ODGJ. Tidak sedikit keluarga yang menolak ketika ada sanak saudaranya yang mengidap ODGJ,” kata Yuliandris.

Penolakan dari pihak keluarga membuat proses penanganan menjadi lebih rumit. Sering kali, keluarga menitipkan penderita ODGJ kepada pemerintah. Namun, Dinsos Kukar menegaskan bahwa mereka tidak memiliki kewenangan untuk menampung ODGJ yang masih memiliki keluarga.

Peran Dinsos Kukar dalam penanganan ODGJ lebih difokuskan pada penyediaan fasilitas kesehatan. Dinsos membantu mengurus BPJS Kesehatan bagi ODGJ yang memerlukan perawatan di Rumah Sakit Jiwa serta menyediakan berbagai kebutuhan lainnya.

“Kita sampaikan bahwa Dinsos tidak ada kewenangan untuk menampung ODGJ, terutama yang masih memiliki keluarga. Dinsos hanya membantu fasilitas kesehatannya, misalnya untuk BPJS dan lain-lain,” jelas Yuliandris.

Sementara itu, jumlah ODGJ yang sementara ditampung di Loka Bina Karya (LBK) terus mengalami fluktuasi. Hal ini menunjukkan bahwa tantangan penanganan ODGJ di Kukar memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif.

Upaya Edukasi Berkelanjutan

Dalam upaya mengatasi penolakan dari keluarga, Dinsos dan Dinkes Kukar terus melakukan edukasi dan pendekatan yang lebih persuasif. Keduanya berharap agar keluarga dapat memahami pentingnya peran mereka dalam mendukung proses penyembuhan ODGJ serta memberikan kasih sayang dan dukungan yang diperlukan.

Upaya ini diharapkan dapat mengurangi stigma negatif terhadap ODGJ dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik. (Adv/Diskominfo Kukar)