Example 325x300
Example floating
Example floating
EkopolKaltim

Kemiskinan di Kalimantan Timur Terus Menurun Sejak 2022: Bukti Kinerja Positif Pemerintah

105
×

Kemiskinan di Kalimantan Timur Terus Menurun Sejak 2022: Bukti Kinerja Positif Pemerintah

Sebarkan artikel ini

Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim) menyebutkan jika tingkat kemiskinan di provinsi ini terus menurun sejak 2022, baik dari segi jumlah maupun persentase yang mencerminkan keberhasilan pemerintah dalam menangani kemiskinan.

“Pada September 2022, jumlah penduduk miskin mencapai 242,3 ribu orang atau 6,44 persen dari total populasi. Angka ini menurun pada Maret 2023 menjadi 231,07 ribu orang atau 6,11 persen,” ujar Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana, di Samarinda, Sabtu.

Example 300x600

Penurunan berlanjut pada Maret 2024 dengan angka kemiskinan turun menjadi 221,34 ribu orang atau 5,78 persen, dan pada September 2024 semakin berkurang menjadi 211,88 ribu orang atau 5,51 persen.

“Penurunan tingkat kemiskinan hingga September 2024 ini dipengaruhi oleh enam faktor utama: kenaikan upah buruh, terkendalinya inflasi, pertumbuhan ekonomi yang positif, peningkatan konsumsi rumah tangga, kenaikan nilai tukar petani (NTP), serta penurunan angka pengangguran terbuka,” jelasnya.

Rincian faktor-faktor tersebut meliputi:

  1. Inflasi terkendali: Pada September 2024, tingkat inflasi year-to-date (y-to-d) tercatat sebesar 1,24 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan Maret 2024 yang mencapai 0,85 persen.
  2. Pertumbuhan ekonomi: Ekonomi Kaltim tumbuh 2,98 persen dari triwulan I hingga triwulan III-2024, dengan sektor jasa lainnya tumbuh paling tinggi (12,74 persen), diikuti administrasi pemerintahan (9,09 persen) dan transportasi serta pergudangan (8,74 persen).
  3. Peningkatan konsumsi rumah tangga: Pada triwulan III-2024, konsumsi rumah tangga meningkat 2,21 persen dibandingkan triwulan I-2024.
  4. Kenaikan nilai tukar petani (NTP): Pada September 2024, NTP mencapai 139,13, meningkat dari 137,21 pada Maret 2024. NTP sektor perkebunan rakyat mencatat kenaikan signifikan sebesar 9,81 persen, dari 181,56 menjadi 191,37.
  5. Penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT): Pada Agustus 2024, TPT tercatat 5,14 persen, turun 0,61 persen dibandingkan Februari 2024. Penurunan lebih signifikan terjadi di pedesaan (0,85 persen) dibanding perkotaan (0,50 persen).
  6. Kenaikan upah buruh: Rata-rata upah buruh meningkat 3,93 persen dari Rp4.234.455 pada Februari 2024 menjadi Rp4.400.771 pada Agustus 2024. Kenaikan tertinggi terjadi pada pekerja di bidang pengolahan, kerajinan, operator mesin, dan pekerjaan kasar.

Yusniar menambahkan, keberhasilan ini menjadi bukti kinerja positif pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menekan angka kemiskinan di Kaltim.