Balikpapan, Kamis 14 Mei 2026 — Kepolisian di Balikpapan menangkap enam orang yang diduga terlibat dalam penyelewengan BBM subsidi dengan modus memodifikasi kendaraan untuk memindahkan bahan bakar ke penampungan lain. Kasus ini kembali menyoroti pengawasan distribusi BBM bersubsidi di Kalimantan Timur, terutama di kota penyangga industri dan pelabuhan seperti Balikpapan.
Modus kendaraan dimodifikasi untuk mengelabui pengisian
Dalam pola seperti ini, pelaku umumnya memanfaatkan kendaraan yang sudah diubah, lalu mengisi BBM subsidi berulang kali sebelum memindahkan bahan bakar ke drum, jeriken, atau tangki lain. Praktik semacam itu merugikan masyarakat karena BBM yang semestinya tepat sasaran beralih ke jalur distribusi yang tidak semestinya.
Pengawasan distribusi BBM subsidi berada dalam pengendalian yang juga melibatkan BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga. Karena itu, penertiban di SPBU, pemeriksaan barcode atau fuel card, serta pengawasan distribusi menjadi kunci agar penyelewengan tidak terus berulang.
Balikpapan jadi titik penting pengawasan
Balikpapan kerap menjadi lokasi strategis karena berdekatan dengan jalur logistik, industri, dan jaringan distribusi energi di Kaltim. Jika penyelewengan dibiarkan, dampaknya bisa menjalar ke kelangkaan dan antrean di lapangan.
Kasus ini juga mengingatkan bahwa pengawasan BBM subsidi bukan hanya urusan penindakan, tetapi juga penertiban sistem agar distribusi lebih transparan dan tepat sasaran.
Untuk konteks kebijakan dan pengawasan sektor ini, pembaca dapat melihat BPH Migas dan Pertamina.
Baca juga Polda Kaltim Bongkar 22 Kasus BBM Subsidi, 113 Barcode Ilegal Dipakai Berulang.




























