Example 325x300
Example floating
Example floating
KaltimKutai Kartanegara

Stadion Aji Imbut Kukar Tetap Dirawat Meski Anggaran Terbatas, Fokus Pengecatan Tahun Ini

68
×

Stadion Aji Imbut Kukar Tetap Dirawat Meski Anggaran Terbatas, Fokus Pengecatan Tahun Ini

Sebarkan artikel ini

Meski menghadapi penyesuaian anggaran daerah, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tetap berkomitmen menjaga keberlangsungan fasilitas olahraga unggulan di wilayahnya.

Salah satunya adalah Kompleks Stadion Aji Imbut, ikon olahraga yang pernah menjadi pusat perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII tahun 2008.

Example 300x600

Terletak di Kecamatan Tenggarong Seberang, Stadion Aji Imbut dikenal sebagai salah satu stadion berstandar nasional yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari velodrome, gedung bela diri, hingga arena panahan dan BMX. Namun, besarnya kompleks ini juga berarti tingginya kebutuhan anggaran pemeliharaan.

“Meskipun ada keterbatasan anggaran, kami akan memanfaatkan setiap rupiah yang tersedia seefisien mungkin untuk memastikan perawatan stadion tetap berjalan,” ujar Sekretaris Dispora Kukar, Syapliansyah, saat ditemui di Gedung Bela Diri Kompleks Stadion Aji Imbut, Senin (28/04/2025).

Dispora Kukar kini mengarahkan fokus perawatan pada aspek prioritas, salah satunya pengecatan ulang stadion yang diharapkan dapat direalisasikan pada tahun ini. Estimasi biaya pengecatan mencapai sekitar Rp 2 miliar, meskipun Syapliansyah menyebut angka tersebut masih perlu diverifikasi ulang menyesuaikan ketersediaan dana.

“Rencana pengecatan sudah masuk dalam agenda kami, dan kami sedang berupaya agar anggarannya tetap tersedia. Ini penting untuk menjaga tampilan serta nilai fungsi stadion sebagai fasilitas olahraga profesional,” tambahnya.

Stadion Aji Imbut sendiri dibangun mulai 2005 dan diresmikan pada 18 Juni 2008 dengan total anggaran hampir Rp 899 miliar. Awalnya dikenal sebagai Stadion Madya Tenggarong, stadion ini kini mampu menampung sekitar 35.000 penonton dan menjadi kebanggaan masyarakat Kukar.

Menurut Dispora Kukar, optimalisasi anggaran dan penentuan skala prioritas menjadi strategi utama dalam menjaga fungsi dan kelayakan fasilitas olahraga di tengah keterbatasan.

“Kami tetap berkomitmen agar stadion ini tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga terus dimanfaatkan masyarakat dan mendorong prestasi olahraga daerah,” tegas Syapliansyah. (Adv/Diskominfo Kukar)