KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) menegaskan bahwa Pulau Kumala tidak dibuka untuk kunjungan wisata malam hari. Penataan estetika visual dengan lampu-lampu cantik tetap dilakukan untuk memperindah suasana sore hingga senja, namun akses wisata pada malam hari tetap ditutup demi keselamatan pengunjung.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Arianto, mengatakan bahwa pertimbangan utama adalah faktor keamanan, mengingat sebagian besar Pulau Kumala merupakan kawasan hutan.
“Kalau malam memang terlihat lampu-lampu penyeberangan. Tapi kami tidak membuka Pulau Kumala untuk wisata malam hari. Namanya juga hutan, tetap saja ada potensi bahaya, meski lampunya sudah terang benderang,” ujar Arianto, Jumat (25/4/2025).
Sebagai alternatif, Dispar Kukar mempercantik Pulau Kumala dengan pencahayaan estetik di beberapa titik strategis, seperti jalur penyeberangan, taman, dan area jalan utama. Ini menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung yang datang menjelang malam untuk menikmati suasana dan berfoto.
“Lampu-lampu ini kita tata supaya pengunjung bisa berfoto. Bisa dari luar, dari dalam, atau dari depan. Tapi tetap disarankan berkunjung di sore hari,” tambah Arianto.
Tidak hanya memperbaiki estetika, Pulau Kumala juga dilengkapi dengan fasilitas rekreasi aktif. Disediakan sepeda listrik dan sepeda santai untuk para wisatawan yang ingin menjelajah pulau sambil berolahraga ringan. Selain itu, sebuah taman baru telah dibangun di area ujung dekat patung naga, salah satu ikon Pulau Kumala.
“Sepeda listrik, sepeda biasa untuk berolahraga, semua sudah siap. Lampu-lampu jalan juga sudah diperbaiki, dan taman baru di ujung pulau bisa dinikmati pengunjung,” jelasnya.
Melalui berbagai pembenahan ini, Dispar Kukar berharap Pulau Kumala semakin menjadi destinasi wisata keluarga yang aman, nyaman, dan menarik, tanpa perlu membuka akses hingga larut malam. (Adv/Dispar Kukar)



























