Example 325x300
Example floating
Example floating
Nasional

Dirut Pertamina Minta Maaf ke Masyarakat atas Kasus Korupsi Impor BBM, Janji akan Benahi Instansi

89
×

Dirut Pertamina Minta Maaf ke Masyarakat atas Kasus Korupsi Impor BBM, Janji akan Benahi Instansi

Sebarkan artikel ini

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas kasus dugaan korupsi impor bahan bakar minyak (BBM) yang menyeret sejumlah pejabat di lingkungan Pertamina.

Permintaan maaf tersebut disampaikan Simon dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Pertamina pada Senin (3/3). Ia mengakui bahwa kasus ini merupakan ujian berat bagi perusahaan yang telah berdiri selama 67 tahun tersebut.

Example 300x600

“Saya, Simon Aloysius Mantiri, sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero), menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia atas peristiwa yang terjadi beberapa hari terakhir ini,” ujarnya.

Simon menegaskan bahwa Pertamina akan terus berupaya menjaga kepercayaan publik serta melakukan perbaikan di berbagai aspek. Ia mengakui bahwa ada tindakan yang telah melukai kepercayaan masyarakat, namun menegaskan bahwa masih banyak pegawai Pertamina yang berintegritas dan memiliki jiwa nasionalisme tinggi.

“Kami bersama insan-insan di Pertamina akan terus berkomitmen untuk membenahi diri. Kami telah membentuk Tim Crisis Center guna mengevaluasi seluruh proses bisnis, terutama dalam aspek operasional,” tambahnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah menetapkan sembilan tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina periode 2018-2023. Dari jumlah tersebut, enam orang di antaranya merupakan pejabat di Pertamina Patra Niaga, anak perusahaan Pertamina.

Para tersangka diduga terlibat dalam pengkondisian Rapat Optimasi Hilir (OH) untuk menurunkan readiness/produksi kilang dalam negeri, sehingga memaksa pemenuhan BBM melalui impor.

Selain itu, ada dugaan rekayasa dalam proses pengadaan impor minyak mentah dan produk kilang, yang menguntungkan pihak tertentu.

Salah satu tersangka, Riva Siahaan, yang menjabat sebagai Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, diduga melakukan manipulasi dalam pembelian BBM.

Ia disebut membeli minyak dengan spesifikasi Ron 90 (Pertalite) tetapi mencatatnya sebagai Ron 92 (Pertamax), kemudian melakukan blending di storage atau depo agar sesuai dengan standar Ron 92.

Simon menegaskan bahwa Pertamina tidak akan tinggal diam dan akan terus melakukan pembenahan internal agar kasus serupa tidak terulang di masa depan. Ia juga berkomitmen untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap Pertamina sebagai BUMN yang bertanggung jawab dalam penyediaan energi nasional.