Example 325x300
Example floating
Example floating
Nasional

Jokowi: Saya Akan Kerja Keras untuk PSI, Tapi Jangan Berharap Cepat Besar

86
×

Jokowi: Saya Akan Kerja Keras untuk PSI, Tapi Jangan Berharap Cepat Besar

Sebarkan artikel ini

Solo– Dalam suasana penuh semangat di Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Solo, Presiden ke-7 RI Joko Widodo membuat pernyataan yang mengejutkan sekaligus penuh pesan politik: “Saya akan bekerja keras untuk PSI.”

Pernyataan itu disampaikan langsung di hadapan para pengurus dan kader PSI, termasuk sang Ketua Umum Kaesang Pangarep, yang juga putra bungsu Jokowi.

Example 300x600

Namun, Jokowi tidak memberi janji manis. Ia justru mengingatkan bahwa perjalanan PSI untuk menjadi partai besar masih panjang. Dalam pandangannya, lompatan besar PSI baru akan terlihat pada tahun 2034, bukan 2029.

“Feeling saya akan mulai besar di 2034, dengan catatan semua mesin partai bergerak,” ujar Jokowi blak-blakan.

Jokowi Puji PSI: Tidak Ada Politik Dinasti

Jokowi memuji model kepemimpinan PSI yang dianggapnya tanpa kepemilikan elit maupun keluarga, sebuah sindiran halus terhadap praktik politik dinasti yang belakangan kerap disorot.

“PSI ini tidak ada kepemilikan elite, tidak ada kepemilikan keluarga, semua kader punya hak yang sama. Ini yang saya suka,” kata Jokowi.

Model terbuka ini, menurut Jokowi, akan membuat PSI lebih kuat dan dipercaya publik karena tidak dikuasai oleh segelintir orang di balik layar.

E-Voting Jadi Bukti Demokrasi Digital

Salah satu terobosan yang diapresiasi Jokowi adalah pemilihan ketua umum PSI melalui sistem e-voting. Ia menyebut langkah ini sebagai bentuk modernisasi partai dan penguatan demokrasi internal.

“Semua anggota punya hak pilih. Tidak ada pengurus yang dipilih di balik tirai. Transparan, digital, dan berani,” ujarnya.

Di akhir pidatonya, Jokowi menekankan bahwa dukungannya kepada PSI didasarkan pada harapan agar partai ini benar-benar bekerja untuk rakyat dan negara, bukan untuk kelompok atau golongan tertentu.

Kongres PSI 2025 di Solo tak hanya menjadi panggung politik Kaesang, tapi juga panggung pernyataan sikap Jokowi. Dengan terang-terangan menyatakan dukungannya, Jokowi seolah memberi sinyal arah dukungan politiknya pasca tidak lagi menjabat sebagai presiden.