Example 325x300
Example floating
Example floating
Nasional

Adik Luhut, Kartini Sjahrir, Calon Dubes RI untuk Jepang

111
×

Adik Luhut, Kartini Sjahrir, Calon Dubes RI untuk Jepang

Sebarkan artikel ini

Nurmala Kartini Sjahrir, adik kandung Luhut Binsar Pandjaitan, menjadi salah satu calon duta besar yang diajukan Presiden Prabowo Subianto dan kini tengah menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi I DPR RI.

Kartini—demikian ia akrab disapa—tampil dalam sesi uji kelayakan di Gedung DPR, Sabtu (5/7/2025), bersama 23 calon duta besar lainnya. Ia diusulkan menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Jepang.

Example 300x600

Perempuan kelahiran Simargala, Toba, Sumatera Utara, pada 1 Februari 1950 itu bukan sosok baru dalam dunia diplomasi. Pada 2010, ia pernah ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Dubes RI untuk Argentina, Paraguay, dan Uruguay. Penugasannya di kawasan Amerika Latin berakhir pada 2014.

Kartini juga dikenal sebagai ibu dari Pandu Patria Sjahrir, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, sekaligus salah satu figur muda terkemuka di sektor investasi dan teknologi di Indonesia.

Lulusan Antropologi Universitas Indonesia ini meraih gelar master dan doktor di bidang yang sama dari Boston University, Amerika Serikat. Ia juga memiliki rekam jejak panjang sebagai akademisi dan aktivis. Kartini sempat menjadi peneliti di LIPI, pengajar di UI, dan pemimpin redaksi di sejumlah lembaga penerbitan serta lembaga riset kebijakan.

Di luar bidang akademik, Kartini aktif dalam berbagai organisasi sosial dan lingkungan. Ia merupakan pendiri gerakan Suara Ibu Peduli yang lahir saat masa reformasi, serta pernah menjabat Ketua Yayasan Kebun Binatang Ragunan, Ketua Asosiasi Antropologi Indonesia, dan terlibat aktif dalam isu pemberdayaan perempuan serta kekerasan dalam rumah tangga melalui Yayasan Rumah Ibu.

Dalam bidang politik, Kartini juga punya pengalaman. Ia pernah memimpin Partai Perhimpunan Indonesia Baru pada 2007–2011 dan kemudian bergabung dengan Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB) bersama Yenny Wahid.

Jika disetujui DPR, Kartini akan menempati pos penting di Tokyo, sekaligus menjadi salah satu dari sedikit diplomat senior perempuan Indonesia yang dipercaya memimpin perwakilan RI di negara mitra strategis seperti Jepang.