Example 325x300
Example floating
Example floating
KaltimKutai Kartanegara

Posyandu di Kukar Jadi Garda Terdepan Cegah Stunting, Prevalensi Turun Signifikan

68
×

Posyandu di Kukar Jadi Garda Terdepan Cegah Stunting, Prevalensi Turun Signifikan

Sebarkan artikel ini

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Edi Damansyah, menegaskan bahwa pos pelayanan terpadu (posyandu) merupakan sarana efektif dalam mendeteksi dini stunting. Hal ini didukung oleh peran aktif para kader posyandu yang rutin melakukan sosialisasi dan pencegahan stunting di masyarakat.

“Dengan berbagai upaya kolaboratif bersama pemerintah, perusahaan, lembaga, pengurus PKK, dan para kader, termasuk kader posyandu, Kukar berhasil menurunkan prevalensi stunting secara signifikan,” kata Edi di Tenggarong, Jumat.

Example 300x600

Dalam tiga tahun terakhir, prevalensi stunting di Kukar menunjukkan tren penurunan yang menggembirakan, yaitu dari 27,1 persen pada 2022 menjadi 17,6 persen pada 2023, dan kembali turun menjadi 14,6 persen pada 2024.

Saat meresmikan Posyandu Bunga Rampai III di RT 12, Dusun Bengkinang, Kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Tenggarong, Edi mendorong para kader posyandu untuk terus aktif dalam memberikan edukasi dan pemeriksaan kesehatan guna mewujudkan generasi sehat.

Keberadaan posyandu dinilai menjadi upaya konkret pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan stunting dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Posyandu berperan penting dalam memantau kesehatan ibu, bayi, balita, lansia, dan remaja di wilayahnya.

“Posyandu sudah berjalan dengan baik. Saya harap dengan bangunan baru ini, semangat pelayanan masyarakat juga semakin meningkat. Para kader Posyandu Bunga Rampai III harus melaksanakan tugas dan fungsinya dengan optimal,” tutur Edi.

Ia juga mengingatkan para kader untuk rutin melakukan deteksi dini terhadap berbagai masalah kesehatan, termasuk memantau ibu hamil berisiko tinggi serta bayi dan balita dengan permasalahan gizi, khususnya stunting.

Bupati Kukar mendorong kader posyandu tidak hanya menjalankan kegiatan rutin, tetapi juga mampu melakukan inovasi pelayanan agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Edi meminta perangkat daerah terkait, seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Kesehatan, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, para camat, dan pengurus PKK, untuk terus memberikan pembinaan sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

“Dengan upaya maksimal dari semua pihak, kita harap penanganan stunting di Kabupaten Kukar semakin efektif dan terus menunjukkan hasil positif seperti yang telah dicapai selama tiga tahun terakhir,” pungkasnya.(ADV/Diskominfo Kukar)