VATIKAN, ROMA – Delegasi resmi Republik Indonesia dilaporkan telah tiba di Vatikan untuk menghadiri prosesi pemakaman Paus Fransiskus yang wafat pada usia 88 tahun, Senin (21/4/2025).
Delegasi tersebut terdiri dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, Menteri HAM Natalius Pigai, serta Ketua Panitia Kedatangan Paus ke Indonesia, Ignasius Jonan. Keberangkatan mereka mewakili Presiden RI Prabowo Subianto yang berhalangan hadir secara langsung.
“Utusan-utusan khusus dari Bapak Presiden Prabowo untuk menghadiri pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan, berdasarkan informasi tadi malam semua sudah berangkat dan berdasarkan perhitungan waktu, beliau-beliau sudah sampai di Roma,” ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi melalui pesan singkat, Jumat (25/4).
Dalam kesempatan ini, Presiden Prabowo juga mengirimkan surat pribadi kepada Pemerintah Vatikan. Surat tersebut berisi pesan belasungkawa atas wafatnya Paus Fransiskus serta penghormatan atas nilai-nilai kemanusiaan yang senantiasa diusung oleh pemimpin tertinggi umat Katolik itu.
“Keberpihakan kepada yang lemah, kepada yang miskin, pembelaan kepada yang tertindas — nilai-nilai itulah yang ditinggalkan Paus Fransiskus dan wajib kita teruskan,” kata Prasetyo menyampaikan pesan Presiden Prabowo.
Paus Fransiskus tutup usia setelah sebelumnya mengalami stroke dan serangan jantung. Kondisi kesehatannya memang dikabarkan terus menurun dalam beberapa waktu terakhir, dan ia sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Jenazah beliau disemayamkan dalam peti mati sejak Senin malam dan dipindahkan ke Basilika Santo Petrus pada Rabu (23/4) pagi untuk prosesi penghormatan terakhir. Upacara pemakaman dijadwalkan berlangsung hingga Jumat malam waktu setempat.




























