Example 325x300
Example floating
Example floating
KaltimKutai Kartanegara

Petani Perjiwa Hadapi Tantangan Pupuk, Pemdes Dorong Kemandirian Lewat BUMDes

98
×

Petani Perjiwa Hadapi Tantangan Pupuk, Pemdes Dorong Kemandirian Lewat BUMDes

Sebarkan artikel ini

Pemerintah Desa Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, terus mendorong penguatan sektor pertanian sebagai pilar utama ekonomi desa. Meski produktivitas pertanian relatif stabil, para petani masih dihadapkan pada persoalan klasik: keterbatasan pupuk.

Kepala Desa Perjiwa, Erik Nur Wahyudi, menyampaikan bahwa sektor pertanian di wilayahnya berkembang berkat kolaborasi antara kelompok tani, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan Dinas Pertanian Kukar. Namun, distribusi pupuk masih menjadi keluhan utama.

Example 300x600

“Kami terus mencari solusi atas kendala pupuk ini karena sangat tergantung pada permintaan yang diajukan masyarakat,” ujar Erik.

Erik menjelaskan, lahan sawah di Perjiwa memiliki potensi panen hingga tiga kali setahun bila didukung cuaca yang ideal. Namun, saat musim panas berlangsung lebih lama, produktivitas menurun dan petani hanya bisa panen dua kali.

“Saat ini ada tujuh hingga delapan kelompok tani aktif. Masing-masing bisa menghasilkan hingga 25 ton beras per musim panen,” katanya.

Keterbatasan pupuk tak membuat petani bergantung sepenuhnya pada pemerintah. Mereka juga aktif mencari jalan keluar, termasuk mengajukan bantuan alat pertanian (Sintang) yang akhirnya terealisasi lewat sinergi lintas sektor.

Guna memperkuat kemandirian ekonomi, masyarakat Perjiwa kini tengah merintis pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Lewat BUMDes, petani diharapkan mampu mengolah sekaligus memasarkan hasil panen secara mandiri.

“Tujuan kami agar petani bisa memproduksi dan menjual beras langsung, tanpa bergantung pada tengkulak. Ini bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan mereka,” tutup Erik. (Adv/Diskominfo Kukar)