MARANG KAYU – Kepala Desa Santan Ilir, Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Mursalin, mengonfirmasi adanya laporan terkait ribuan ikan mati di perairan wilayahnya.
Ia menyatakan bahwa pihaknya belum dapat menindaklanjuti laporan tersebut karena belum dilengkapi data yang akurat.
Menurut Mursalin, hingga saat ini belum ada laporan resmi yang disertai bukti tertulis dan foto yang dapat dijadikan dasar untuk tindak lanjut.
“Ada pak (laporan warga). Tapi secara data saya minta yang tertuang di atas kertas disandingkan dengan foto,” ujarnya kepada media pada Minggu malam (23/3/2025).
Ia menambahkan bahwa beberapa warga malah melaporkan kejadian tersebut langsung ke Polres Bontang. Hal ini menjadi salah satu kendala dalam penanganan lebih lanjut dari pihak desa.
Mursalin menjelaskan bahwa sebelum pihaknya dapat menindaklanjuti laporan ini ke Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) serta Dinas Kelautan dan Perikanan, pihak desa perlu menyurati Camat, Polsek, dan Pos Ramil sebagai prosedur yang harus dipenuhi.
“Karena kami ada Camat, Polsek, dan Pos Ramil yang harus kami surati, baru bisa ke DLHK, Kelautan Perikanan Bontang dan Kukar,” pungkasnya.
Hingga saat ini, Mursalin mengaku akan terus memantau situasi di lapangan untuk mengetahui kejadian sebenarnya. Namun, ia menegaskan bahwa tindak lanjut lebih lanjut hanya bisa dilakukan setelah laporan resmi yang lengkap diterima oleh pihaknya.
Kasus kematian ribuan ikan ini perlu segera ditangani untuk menghindari dampak lebih luas, baik terhadap ekosistem perairan maupun mata pencaharian warga sekitar yang bergantung pada hasil laut. (Adv/Diskominfo Kukar)



























