KUTAI KARTANEGARA – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai melakukan perubahan signifikan dalam strategi pengembangan sepak bola daerah. Tidak lagi hanya bergantung pada anggaran pemerintah, Dispora kini menyusun skema kolaboratif dengan menggandeng sektor swasta, terutama perusahaan-perusahaan yang memiliki perhatian terhadap dunia olahraga.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan bahwa langkah ini bertujuan membangun ekosistem sepak bola yang lebih sehat, mandiri, dan merata. Fokus utama Dispora kini tertuju pada pemerataan pembinaan, termasuk di klub-klub kecil di kecamatan yang selama ini kurang mendapat perhatian.
“Selama ini perhatian lebih banyak tertuju pada klub besar, padahal di kecamatan-kecamatan banyak potensi yang bisa digali jika diberi dukungan,” ujar Aji Ali, Senin (28/4/2025).
Sebagai langkah awal, pihaknya tengah memetakan perusahaan-perusahaan yang berpotensi untuk diajak bekerja sama dalam program pembinaan sepak bola. Bentuk kolaborasi yang ditawarkan meliputi dukungan finansial hingga bantuan nonmateri seperti pelatihan, pendampingan, atau penyediaan sarana dan prasarana.
“Kami ingin mendorong keterlibatan sektor swasta agar pembinaan klub tidak bergantung sepenuhnya pada anggaran daerah. Ini bagian dari membangun sistem yang berkelanjutan,” jelasnya.
Dispora juga sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kukar untuk menyusun landasan hukum yang memperkuat inisiatif ini. Dengan adanya regulasi resmi, perusahaan diharapkan lebih terdorong untuk menyalurkan dana CSR mereka ke sektor olahraga, khususnya sepak bola akar rumput.
Menurut Aji Ali, jika skema kolaboratif ini dapat dijalankan secara efektif, maka tidak hanya klub-klub besar seperti Kukar FC yang mendapat manfaat, tetapi seluruh klub di wilayah kabupaten juga akan tumbuh bersama.
“Kami ingin semua klub punya akses yang sama terhadap pembinaan. Tidak hanya Kukar FC yang besar, tapi klub-klub di pelosok juga harus tumbuh,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerataan pembinaan menjadi kunci utama untuk melahirkan lebih banyak talenta lokal yang potensial.
“Kalau semua klub berkembang, kompetisinya juga akan semakin hidup, dan itu akan mendorong lahirnya bibit-bibit pemain berkualitas,” pungkasnya. (Adv/Diskominfo Kukar)



























