Example 325x300
Example floating
Example floating
Dispar KukarKaltimKutai Kartanegara

Dispar Kukar Dorong Pengembangan Desa Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat

62
×

Dispar Kukar Dorong Pengembangan Desa Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat

Sebarkan artikel ini

KUTAI KARTANEGARA — Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memprioritaskan pengembangan desa wisata sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis potensi alam dan budaya.

Pemerintah Kabupaten Kukar menargetkan setiap desa memiliki daya tarik wisata yang dikelola secara berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Example 300x600

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Arianto, menegaskan bahwa keberhasilan desa wisata tidak hanya bergantung pada keindahan alam atau kekayaan budaya. Pengelolaan yang baik, serta keterlibatan aktif masyarakat dan pemerintah desa, menjadi kunci utama keberlanjutan.

“Desa wisata harus memiliki daya tarik unik, baik berupa wisata budaya, alam, ekowisata, maupun wisata buatan. Namun, yang terpenting adalah bagaimana masyarakat, khususnya melalui Pokdarwis, mampu mengelola dan mengembangkan potensi tersebut,” ujarnya, Jumat (4/4/2025).

Sejak 2012, Pemkab Kukar telah menetapkan 10 desa wisata melalui keputusan bupati. Beberapa yang menunjukkan perkembangan pesat antara lain Desa Kedang Ipil dengan wisata air terjunnya, Desa Pela dengan ekowisata konservasi, dan Desa Sangkuliman yang mengusung wisata pelestarian alam.

Selain itu, desa seperti Loa Kulu, Long Anai, dan Batuah juga masuk dalam kategori potensial. Meski demikian, sejumlah desa masih menghadapi tantangan dalam hal infrastruktur, promosi, dan pengelolaan.

“Kami terus lakukan pendampingan agar desa wisata benar-benar berkembang, bukan sekadar status,” tambah Arianto.

Dispar Kukar juga mencatat beberapa destinasi baru yang mulai menarik perhatian, seperti Taman Gubang dan Batu Goa Gelap di Tenggarong Seberang, serta wisata lebah madu kelulut. Dukungan terhadap sektor ekonomi kreatif turut dilakukan, salah satunya melalui bantuan mesin es batu kristal untuk pelaku kuliner.

“Kunci utama keberhasilan adalah kolaborasi dan keterlibatan masyarakat,” pungkas Arianto. (Adv/Dispar Kukar)