Example 325x300
Example floating
Example floating
IKN Terkini

Disdikbud Kukar Genjot Pembenahan Sekolah Terpencil, Infrastruktur dan SDM Jadi Prioritas

84
×

Disdikbud Kukar Genjot Pembenahan Sekolah Terpencil, Infrastruktur dan SDM Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini

Tenggarong – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mempercepat pembenahan sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan, terutama di sekolah-sekolah dasar dan menengah pertama yang berada di wilayah terpencil.

Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, menyebut bahwa kondisi banyak sekolah di Kukar, khususnya yang berada jauh dari pusat kota, masih jauh dari ideal. Fasilitas seperti ruang kelas, laboratorium, hingga toilet masih terbatas dan perlu perhatian serius.

Example 300x600

“Di Kukar terdapat lebih dari 400 SD, dan masih banyak yang butuh pembenahan. Kami lakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran,” ujar Thauhid, Rabu (2/4/2025).

Namun, pembenahan fisik sekolah bukan satu-satunya fokus. Thauhid menegaskan bahwa peningkatan kualitas guru dan fasilitas penunjang pembelajaran juga menjadi prioritas dalam pengelolaan dana pendidikan.

“Gedung sekolah penting, tapi tidak cukup. Kita juga harus memastikan gurunya berkualitas dan alat ajarnya memadai,” tegasnya.

Disdikbud Kukar menerapkan pendekatan proporsional agar pembangunan pendidikan merata di seluruh kecamatan. Dengan wilayah geografis Kukar yang luas dan medan yang cukup menantang, pemerataan ini bukan hal mudah, namun tetap menjadi komitmen pemerintah daerah.

“Sekolah-sekolah di pedalaman akan jadi prioritas karena kondisinya masih jauh dari layak. Ini penting agar tidak tertinggal,” jelas Thauhid.

Selain infrastruktur, pelatihan guru terus digencarkan. Disdikbud rutin mengadakan pelatihan berbasis kurikulum terbaru dan teknik mengajar yang lebih kreatif agar tenaga pendidik siap menghadapi tantangan zaman.

Digitalisasi pembelajaran juga mulai diterapkan, terutama di sekolah yang sudah memiliki akses internet. Menurut Thauhid, ini menjadi langkah awal integrasi teknologi dalam proses belajar mengajar, khususnya di tingkat SD dan SMP.

“Sekolah yang sudah terhubung jaringan internet akan kami dorong untuk memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran,” ungkapnya.

Ia pun menekankan pentingnya kolaborasi dari berbagai pihak dalam membangun pendidikan Kukar. Keterlibatan masyarakat, pemerintah desa, hingga pihak swasta dan lembaga sosial sangat dibutuhkan.

“Semangat gotong royong adalah kunci. Kita ingin membangun sistem pendidikan Kukar yang inklusif, merata, dan berkelanjutan,” pungkas Thauhid. (Adv/Diskominfo Kukar)