Example 325x300
Example floating
Example floating
BalikpapanKaltimPPU

Inflasi Balikpapan Naik 0,27 Persen pada Mei 2026, PPU Justru Deflasi

19
×

Inflasi Balikpapan Naik 0,27 Persen pada Mei 2026, PPU Justru Deflasi

Sebarkan artikel ini
Terminal Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, ilustrasi kenaikan tiket pesawat yang mendorong inflasi Balikpapan pada Mei 2026.
Terminal Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan. Foto sumber diedit ringan untuk kebutuhan tayang.

KATAIKN.COM, BALIKPAPAN – Inflasi Balikpapan pada Mei 2026 naik 0,27 persen secara bulanan, sementara Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) justru mencatat deflasi 0,06 persen pada periode yang sama. Pergerakan harga di dua daerah penyangga IKN itu dipublikasikan pada Kamis, 4 Juni 2026, dengan tiket pesawat, solar nonsubsidi, dan pelumas menjadi penekan utama di Balikpapan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi mengatakan, “Perubahan harga di kedua wilayah tercatat masih dalam level yang terjaga dan terkendali. Kondisi ini didukung oleh ketersediaan pasokan dan stok berbagai komoditas pangan strategis serta konsistensi berbagai upaya pengendalian inflasi daerah melalui sinergi TPID.”

Example 300x600

Tiket pesawat jadi pemicu utama inflasi Balikpapan

Kelompok transportasi memberi andil paling besar terhadap inflasi Balikpapan, yakni 0,43 persen. Lonjakan tarif angkutan udara terjadi setelah penyesuaian fuel surcharge penerbangan domestik pada pertengahan Mei 2026, lalu diperkuat tingginya mobilitas masyarakat saat dua periode long weekend.

Selain tiket pesawat, kenaikan harga juga tercatat pada solar nonsubsidi, pelumas kendaraan, beras premium, dan roti manis. Di saat bersamaan, harga bahan bakar rumah tangga, kangkung, daging ayam ras, tomat, dan emas perhiasan justru ikut menahan laju inflasi.

PPU justru deflasi saat pasokan pangan lebih longgar

Berbeda dari Balikpapan, PPU mengalami deflasi karena harga sejumlah komoditas pangan turun, termasuk daging ayam ras, ikan tongkol, cabai rawit, udang basah, dan tomat. Pasokan yang lebih melimpah menjelang Iduladha ikut membantu menjaga harga di pasar tetap terkendali.

Perbedaan tren ini menunjukkan ekonomi penyangga IKN bergerak tidak seragam. Di satu sisi, Balikpapan menghadapi tekanan dari biaya mobilitas dan energi; di sisi lain, PPU masih tertopang pasokan pangan yang lebih stabil. Dinamika itu melengkapi agenda penguatan daerah penyangga, mulai dari kolaborasi SDM dan UMKM Balikpapan hingga upaya menjaga daya beli warga lewat kebijakan fiskal di PPU.

Musim kemarau jadi risiko berikutnya

Bank Indonesia mengingatkan risiko inflasi berikutnya datang dari musim kemarau yang dapat mengganggu produksi pangan di Kalimantan Timur maupun Pulau Jawa sebagai daerah pemasok utama. Karena itu, pengendalian harga disebut tetap bergantung pada operasi pasar, gerakan pangan murah, dan penguatan pasokan antardaerah.

Sepanjang Mei, pengendalian inflasi di wilayah kerja BI Balikpapan antara lain dilakukan melalui 11 kali Gerakan Pangan Murah di Balikpapan, enam operasi pasar di PPU, dan empat operasi pasar di Kabupaten Paser. Rincian data tersebut juga diberitakan media lokal melalui laporan Kaltimedia dan liputan Lintas Balikpapan. Jika pasokan tetap terjaga, BI optimistis inflasi Balikpapan dan PPU masih berada dalam sasaran nasional 2,5 persen plus minus 1 persen pada 2026.