Example 325x300
Example floating
Example floating
IKN Terkini

IKN Makin Terbuka untuk Kampus: OIKN dan Unhas Perkuat Jalur Akademik Nusantara

4
×

IKN Makin Terbuka untuk Kampus: OIKN dan Unhas Perkuat Jalur Akademik Nusantara

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Indonesia menawarkan kepada Georgetown University untuk membuka kampus baru di wilayah Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara

IKN, Minggu (19/4/2026) — Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dan Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menegaskan bahwa pembangunan Nusantara tidak hanya soal beton dan jalan, tetapi juga soal manusia, kampus, dan riset. Dalam 24 jam terakhir, sejumlah laporan media menunjukkan ruang kolaborasi akademik di IKN makin terbuka, mulai dari peluang keterlibatan pembangunan untuk komunitas kampus hingga skema afirmasi bagi warga IKN.

Kabar itu penting karena ibu kota baru membutuhkan pasokan talenta yang kuat. OIKN disebut membuka peluang agar komunitas akademik ikut terlibat dalam proses pembangunan dan pengembangan Nusantara. Di saat yang sama, Unhas juga dikabarkan menyiapkan jalur afirmasi untuk warga IKN, sinyal bahwa akses pendidikan dan mobilitas sosial akan menjadi bagian dari desain kota baru ini.

Example 300x600

Bagi kawasan yang dibangun sebagai kota masa depan, keterlibatan kampus menjadi kunci. Perguruan tinggi tidak hanya menyuplai lulusan, tetapi juga menghadirkan riset, desain kebijakan, inovasi teknologi, hingga pengabdian masyarakat. Karena itu, kerja sama OIKN dan Unhas dinilai relevan dengan visi IKN sebagai kota cerdas, hijau, dan berkelanjutan.

Sejumlah pemberitaan sebelumnya juga memperlihatkan pola serupa: OIKN dan Unhas sama-sama mendorong riset sumber daya manusia, membicarakan peluang kampus, serta menyiapkan generasi muda yang akan hidup dan bekerja di Nusantara. Artinya, pendidikan tinggi mulai diposisikan bukan sebagai pelengkap, melainkan sebagai mesin penggerak utama pembangunan IKN.

Dari sisi perencanaan kota, model seperti ini memberi pesan yang jelas. Kota baru tidak akan tumbuh sehat jika hanya mengandalkan infrastruktur fisik. Ia perlu ekosistem pengetahuan yang hidup, jalur pendidikan yang terbuka, dan ruang kolaborasi yang membuat mahasiswa, dosen, peneliti, dan masyarakat lokal merasa menjadi bagian dari Nusantara sejak awal.

Jika kolaborasi ini terus diperluas, IKN punya peluang membangun identitas yang lebih kuat: kota yang bukan hanya pusat pemerintahan, tetapi juga pusat pembelajaran, riset, dan inovasi. Di situ, Unhas dan kampus-kampus lain bisa memainkan peran penting sebagai penghubung antara visi besar Nusantara dan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.