Nusantara — Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar berbagi pembelajaran mengenai konsep kota inovatif, cerdas, dan berkelanjutan, sebagai bagian dari penguatan pembangunan IKN yang memperhatikan aspek sosial, lingkungan, ekonomi, dan fisik untuk jangka panjang.
Direktur Perencanaan Makro OIKN, Pungky Widiaryanto, mengatakan pengembangan Nusantara dilakukan dengan strategi kawasan yang terintegrasi, termasuk memperhatikan wilayah di sekitar IKN melalui sinergi dengan Balikpapan dan Samarinda. Menurut dia, ekosistem pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya bertumpu pada kawasan inti, tetapi juga pada konektivitas dan penguatan sektor ekonomi di sekitarnya.
Pertemuan OIKN dan Unhas itu berlangsung saat kunjungan akademik Fakultas Teknik, Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Unhas. Agenda tersebut menjadi ruang pembelajaran untuk melihat langsung penerapan konsep sponge city dan forest city di IKN, sekaligus meninjau beberapa lokasi untuk memahami implementasinya di lapangan.
Ketua Departemen PWK Unhas, Dr. Eng. Ihsan, S.T., M.T., menyebut hasil pembelajaran dari kunjungan itu akan diintegrasikan ke dalam proses akademik di kampus. Ia menilai kegiatan tersebut juga penting sebagai tindak lanjut amanah Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia (ASPI) untuk melakukan studi banding ke IKN, khususnya dalam memperdalam perencanaan kota masa depan.
Dalam forum diskusi, OIKN memaparkan penerapan sponge city dan forest city dalam tata ruang IKN, termasuk kaitannya dengan kawasan lindung dan pelestarian keanekaragaman hayati. Kolaborasi akademik seperti ini dinilai penting untuk memperkuat gagasan kota baru yang bukan hanya modern, tetapi juga adaptif terhadap lingkungan dan kebutuhan masyarakat.
















