Example 325x300
Example floating
Example floating
Nasional

Macet Parah, Ribuan Jemaah Haji Terpaksa Jalan Kaki dari Muzdalifah ke Mina

106
×

Macet Parah, Ribuan Jemaah Haji Terpaksa Jalan Kaki dari Muzdalifah ke Mina

Sebarkan artikel ini

Perjalanan ibadah haji tak hanya menuntut kekhusyukan spiritual, tapi juga ketangguhan fisik. Salah satu tantangan berat dihadapi ribuan jemaah haji saat bergerak dari Muzdalifah menuju Mina—dua tempat penting dalam rangkaian ibadah haji, tempat jemaah bermalam (mabit) dan melakukan lempar jumrah.

Usai menjalani wukuf di Arafah, para jemaah melanjutkan perjalanan ke Muzdalifah untuk bermalam sambil mengumpulkan kerikil yang akan digunakan dalam ibadah melempar jumrah di Mina.

Example 300x600

Namun, ribuan jemaah mengalami kesulitan saat berangkat dari Muzdalifah ke Mina. Kemacetan parah serta keterbatasan armada transportasi membuat banyak jemaah harus berjalan kaki sejauh 5–7 kilometer.

“Kita tidak ingin kejadian seperti ini terus berulang. Saya melihat langsung video ibu-ibu lansia terlantar di Arafah karena tidak ada tenda yang menampung mereka saat situasi sangat luar biasa. Ini sangat memprihatinkan,” ujar Anggota Tim Pengawas Haji DPR RI, Muslim Ayub, di Makkah, Jumat (6/6/2025).

Jarak dari Muzdalifah ke Mina memang relatif dekat, sekitar 5 kilometer menurut data Kementerian Agama RI. Namun, dalam praktiknya, perjalanan ini bisa menjadi sangat melelahkan karena padatnya jemaah dan minimnya transportasi. Akibatnya, banyak jemaah, terutama lansia, mengalami kelelahan ekstrem.

Total jarak tempuh fisik selama puncak ibadah haji bisa mencapai lebih dari 33 kilometer. Ini mencakup perjalanan ke lokasi lempar jumrah (sekitar 27 km pulang-pergi selama tiga hari), tawaf ifadah dan wada’ (sekitar 7 km), serta sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah (sekitar 3,15 km).

Dengan tantangan logistik dan fisik yang besar ini, banyak pihak mendesak evaluasi sistem transportasi dan fasilitas penunjang ibadah haji, agar ke depan pelaksanaannya bisa lebih nyaman dan manusiawi, khususnya bagi jemaah lansia dan rentan.