Terletak di ujung Kampung Tanjung, Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, kawasan Tanjung Tamannoh kini menjelma menjadi destinasi wisata favorit di tepian Danau Semayang. Dahulu hanya dikenal sebagai lokasi untuk menikmati panorama matahari terbenam, kini Tanjung Tamannoh tampil dengan wajah baru, berkat pengembangan intensif yang dimulai sejak akhir 2024.
Transformasi kawasan ini dipicu oleh keberhasilan Desa Pela meraih peringkat kelima dalam ajang Lomba Desa Wisata yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa. Sebagai bentuk apresiasi, desa ini mendapatkan suntikan dana bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara senilai sekitar Rp 1 miliar, yang kemudian dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur wisata seperti jembatan akses, gerbang utama, dan delapan unit gazebo.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bekayuh Beumbai dan Bebudaya (B3), Alimin, menjelaskan bahwa perkembangan kawasan ini juga mendapat dukungan dari Bank Indonesia, yang menambah lima unit gazebo. Kini, total terdapat 13 gazebo yang berdiri menghadap langsung ke perairan Danau Semayang, menawarkan tempat santai ideal bagi wisatawan.
Selain itu, Tanjung Tamannoh juga dilengkapi wahana permainan air seperti paddle boat dan banana boat, yang hingga kini masih bisa dinikmati secara gratis. Hal ini karena jembatan utama sepanjang 150 meter yang menghubungkan lokasi dengan permukiman belum sepenuhnya rampung.
“Sementara ini semua fasilitas belum dikenakan biaya. Setelah jembatan selesai, kami akan susun Peraturan Desa (Perdes) untuk pengelolaan dan penarifan,” jelas Alimin.
Rencananya, setelah akses utama rampung, pengelolaan kawasan akan lebih terstruktur melalui Perdes yang mengatur operasional dan kontribusi pengguna terhadap fasilitas wisata.
Meski masih dalam tahap pengembangan, animo masyarakat terhadap Tanjung Tamannoh sudah mulai terlihat. Setiap akhir pekan, tempat ini ramai dikunjungi warga yang datang untuk bersantai, menggelar makan bersama, hingga mengadakan acara keluarga di tengah suasana danau yang tenang dan alami.
“Siapa saja boleh datang, dan fasilitasnya masih bebas digunakan. Tapi transportasi menuju ke sana saat ini masih disiapkan secara mandiri,” pungkas Alimin.
Dengan potensi besar dan dukungan lintas sektor, Tanjung Tamannoh berpeluang besar menjadi destinasi unggulan baru di Kukar. (Adv/Dispar Kukar)



























