Example 325x300
Example floating
Example floating
KaltimKutai Kartanegara

Dispar Kukar Gelar Pelatihan SKKNI untuk Pengelola Wisata Muara Badak

83
×

Dispar Kukar Gelar Pelatihan SKKNI untuk Pengelola Wisata Muara Badak

Sebarkan artikel ini

KUTAI KUTANEGARA – Komitmen Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata terus diperkuat melalui berbagai program pelatihan. Salah satu langkah strategisnya adalah menggelar kegiatan bertajuk “Pengembangan Kapasitas SDM Pariwisata Berbasis SKKNI 2025”, yang menyasar langsung para pengelola destinasi di wilayah pesisir.

Pelatihan ini berlangsung selama dua hari, 14–15 Mei 2024, bertempat di kawasan Pantai Cica, Muara Badak, dan diikuti oleh pelaku wisata lokal seperti pengelola pantai, motoris, hingga anggota kelompok sadar wisata (pokdarwis).

Example 300x600

Kepala Bidang Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Antoni Kusbiantoro, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya menyelaraskan kapasitas pelaku wisata dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Standar ini mencakup pengetahuan teknis, keterampilan praktis, hingga etika dan sikap kerja yang profesional di sektor pariwisata.

“Pesertanya berasal dari berbagai unsur penggerak wisata di Muara Badak. Harapannya, mereka bisa mengelola destinasi secara lebih profesional dan berkelanjutan,” ujar Antoni pada Jumat (16/5/2025).

Materi pelatihan yang disampaikan cukup beragam dan aplikatif. Di antaranya adalah manajemen pengelolaan kawasan pantai, pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan wisata, serta penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di lokasi wisata. Materi tersebut dirancang untuk memperkuat tata kelola destinasi berbasis keberlanjutan.

Menariknya, seluruh materi disampaikan oleh tenaga ahli dari kalangan akademisi, yakni para dosen dari Politeknik Negeri Samarinda (Polnes), yang telah berpengalaman dalam pendidikan dan pelatihan kepariwisataan.

“Kami libatkan narasumber dari Polnes Samarinda agar pelatihan ini tidak hanya bersifat teoritis, tapi juga kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan lapangan,” imbuh Antoni.

Dispar Kukar berharap pelatihan ini bisa menjadi pemicu peningkatan profesionalisme pelaku wisata di tingkat lokal, sekaligus mendorong standarisasi layanan wisata di berbagai destinasi unggulan Kukar. Dengan kapasitas SDM yang unggul, sektor pariwisata diyakini mampu berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat setempat. (Adv/Dispar Kukar)