Example 325x300
Example floating
Example floating
KaltimKutai Kartanegara

Dispar Kukar Ubah Arah: Dari Festival ke Fondasi Wisata Berkelanjutan

110
×

Dispar Kukar Ubah Arah: Dari Festival ke Fondasi Wisata Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) mulai menata ulang arah kebijakan pariwisatanya. Tak lagi hanya mengandalkan gemerlap festival dan keramaian sesaat, kini Kukar mulai membangun sektor pariwisata yang berbasis pengetahuan, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Arianto, menekankan pentingnya pendekatan berbasis riset dan data dalam merumuskan masa depan pariwisata Kukar. Menurutnya, dunia akademik adalah mitra strategis yang dapat membantu memahami dinamika sosial, ekonomi, dan budaya yang melingkupi sektor ini.

Example 300x600

“Kami membutuhkan mitra yang tidak hanya mengerti teknis, tapi juga mampu membaca arah perubahan sosial dan ekonomi di daerah. Akademisi punya kapasitas untuk itu,” ujarnya.

Pendekatan baru ini tidak hanya menyasar destinasi, tetapi juga menyentuh aspek fundamental seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), inovasi produk wisata, hingga pemberdayaan ekonomi kreatif lokal. Arianto menyebut, ini merupakan langkah penting untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang tahan uji waktu dan benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

“Pariwisata harus punya fondasi yang kuat. Ia bukan sekadar perayaan, tapi juga instrumen pembangunan yang menyentuh langsung masyarakat,” tegasnya.

Selama ini Kukar dikenal lewat program Kukar Kaya Festival, yang sukses menarik perhatian publik. Namun, ke depan, Dispar Kukar menilai perlunya penajaman strategi—dari promosi yang tepat sasaran hingga penguatan manajemen destinasi agar wisata Kukar bisa bersaing secara berkelanjutan.

Salah satu langkah konkret yang sedang dijalankan adalah penyusunan peta pengembangan SDM pariwisata berbasis potensi lokal tiap kecamatan. Pendekatan ini dilakukan melalui pemetaan kebutuhan keahlian yang spesifik, agar pelatihan dan pengembangan kapasitas benar-benar selaras dengan karakter dan potensi destinasi di masing-masing wilayah.

“Kami sedang mengidentifikasi kebutuhan keahlian di tiap kawasan. Ini akan menjadi peta jalan bagi pengembangan pariwisata berbasis potensi nyata masyarakat,” tambah Arianto.

Dengan paradigma baru ini, Kukar ingin memastikan bahwa pariwisata tidak hanya tumbuh secara fisik, tetapi juga secara sosial dan ekonomi—menjadi ruang yang memperkuat jati diri daerah dan meningkatkan kesejahteraan warga. (Adv/Dispar Kukar)