Example 325x300
Example floating
Example floating
KaltimKutai Kartanegara

Bupati Kukar Resmikan Pembangunan Jembatan Pendamping Jembatan Besi

77
×

Bupati Kukar Resmikan Pembangunan Jembatan Pendamping Jembatan Besi

Sebarkan artikel ini

KUTAI KARTANEGARA — Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah, secara resmi memulai pembangunan Jembatan Pendamping Jembatan Besi di Tenggarong, Senin (21/4/2025), dengan peletakan batu pertama yang diawali prosesi adat tempong tawar oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, H. Aji Muhammad Arifin.

Acara ini berlangsung di area pembangunan jembatan yang berlokasi di Simpang Jalan Danau Semayang, dan turut dihadiri Plt Ketua DPRD Kukar Junadi, Dandim 0906/Kkr Letkol (CZI) Damai Adi Setiawan, perwakilan Polres Kukar, Kepala Dinas PU Kukar Wiyono, jajaran OPD Pemkab Kukar, Forkopimda, serta pimpinan dan direksi dari PT Putra Nanggroe Aceh dan PT Celebes Sarana Jasa selaku pelaksana proyek.

Example 300x600

Dalam sambutannya, Bupati Edi menekankan pentingnya ketepatan waktu pengerjaan proyek. Ia meminta agar pihak kontraktor segera memulai pembangunan tanpa penundaan.

“Setelah batu ini diletakkan, pekerjaan harus langsung dimulai. Jangan sampai ada penundaan beberapa hari, minggu, apalagi bulan. Target kita, jembatan ini selesai tepat waktu,” tegasnya.

Edi menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan solusi strategis menyusul status Jembatan Besi Tenggarong sebagai Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB). Karena itu, fungsi jembatan lama dialihkan dan jembatan baru dibangun untuk tetap memenuhi kebutuhan transportasi modern tanpa mengabaikan nilai sejarah.

“Jembatan Besi memiliki nilai historis yang penting. Maka kita pilih membangun jembatan pendamping, sebagai bentuk keseimbangan antara pelestarian warisan budaya dan kemajuan infrastruktur,” katanya.

Ia berharap proyek ini tidak hanya menyelesaikan persoalan teknis lalu lintas yang terus meningkat, tetapi juga menjadi simbol kota yang mampu menjaga identitas sejarahnya sembari terus berkembang.

“Jembatan Besi adalah simbol kota dan jati diri. Kehadiran jembatan pendamping ini akan memperkuat kawasan tersebut sebagai ruang budaya dan sejarah Tenggarong di masa depan,” pungkasnya. (Adv/Diskominfo Kukar)