Example 325x300
Example floating
Example floating
KaltimKutai Kartanegara

30 Atlet Disabilitas Kukar Ikuti Talent Scouting di Balikpapan

57
×

30 Atlet Disabilitas Kukar Ikuti Talent Scouting di Balikpapan

Sebarkan artikel ini

TENGGARONG – Sebanyak 30 atlet disabilitas dari Kutai Kartanegara (Kukar) diberangkatkan ke Balikpapan untuk mengikuti program Talent Scouting yang berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa (24/3/2025).

Atlet yang berpartisipasi berasal dari berbagai kategori disabilitas, termasuk tuna daksa, tuna netra, tuna rungu, dan tuna wicara. Mereka akan menjalani sesi latihan intensif di bawah bimbingan pelatih serta tim analis berpengalaman.

Example 300x600

“Setiap atlet memiliki potensi luar biasa. Melalui evaluasi ini, pelatih bisa memahami keunggulan masing-masing dan menentukan aspek yang perlu ditingkatkan agar performa mereka lebih optimal,” ujar Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni.

Talent Scouting merupakan inisiatif National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) yang bertujuan menjaring bakat unggul atlet disabilitas dari berbagai daerah.

Dalam program ini, para atlet akan menjalani serangkaian tes fisik, teknis, dan mental guna mengukur daya serap serta kekuatan mereka dalam menghadapi tantangan di cabang olahraga masing-masing.

Ali menegaskan bahwa Talent Scouting bukan sekadar ajang seleksi, tetapi juga strategi pembinaan jangka panjang.

“Program ini menjadi awal dari perjalanan panjang para atlet. Dengan arahan yang tepat, mereka bisa berkembang secara maksimal dan memiliki peluang besar untuk bersaing di tingkat lebih tinggi,” jelasnya.

Hasil Talent Scouting ini akan menjadi dasar bagi NPCI Kukar dalam menentukan langkah pembinaan selanjutnya. Atlet yang dinilai siap akan mendapat kesempatan berkompetisi di ajang daerah, nasional, hingga internasional.

Dispora Kukar dan NPCI berkomitmen memberikan dukungan penuh, baik melalui pelatihan jangka panjang maupun pendampingan menuju kejuaraan besar.

“Kami ingin melihat lebih banyak atlet disabilitas Kukar yang mampu bersaing di level nasional bahkan internasional. Dengan pembinaan yang tepat, prestasi bukan lagi sekadar impian, tetapi bisa menjadi kenyataan,” pungkas Ali.