Example 325x300
Example floating
Example floating
Nasional

Immanuel Ebenezer Soal #KaburAjaDulu: “Mau Kabur, Kabur Saja

86
×

Immanuel Ebenezer Soal #KaburAjaDulu: “Mau Kabur, Kabur Saja

Sebarkan artikel ini

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer menanggapi santai tren tagar #KaburAjaDulu yang viral di media sosial, yang mendorong warga negara Indonesia (WNI) untuk bekerja di luar negeri. Ia bahkan mempersilakan WNI yang memilih mencari karier di luar negeri untuk tidak perlu kembali ke Indonesia.

“Mau kabur, kabur sajalah. Kalau perlu jangan balik lagi, hi-hi-hi,” ujar Immanuel, yang akrab disapa Noel, sambil tertawa di Kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Jakarta, Senin (17/2/2025).

Example 300x600

Ia enggan menanggapi lebih lanjut mengenai tren tersebut dan menegaskan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan tidak mempermasalahkan tagar di media sosial.

Di sisi lain, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli melihat fenomena ini sebagai tantangan bagi pemerintah untuk menyediakan lapangan pekerjaan yang lebih baik di dalam negeri.

“Jika ini adalah aspirasi masyarakat, maka pemerintah harus menciptakan pekerjaan yang lebih layak. Itu menjadi perhatian kami,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Yassierli mengakui bahwa kesempatan bagi WNI untuk bekerja di luar negeri memang terbuka luas. Namun, ia menekankan bahwa bekerja di luar negeri tidak selalu berarti “kabur.”

Ia justru mendukung mereka yang ingin meningkatkan keterampilan dan memanfaatkan peluang kerja di luar negeri, lalu kembali untuk membangun Indonesia.

Senada dengan Yassierli, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding menilai tren #KaburAjaDulu sebagai hal positif, asalkan individu yang memilih jalur ini meningkatkan keterampilan mereka terlebih dahulu.

Menurutnya, pekerja migran Indonesia (PMI) yang memiliki keahlian lebih tinggi akan lebih kompetitif dan berpeluang mendapatkan upah lebih baik di negara tujuan.

Tren ini juga membuka ruang bagi warganet untuk berbagi pengalaman serta merekomendasikan negara tujuan bagi mereka yang ingin bekerja di luar negeri.

Negara-negara dengan banyak diaspora Indonesia menjadi pilihan menarik, terutama bagi mereka yang baru pertama kali pergi ke luar negeri.

Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mencatat bahwa sepanjang Januari hingga November 2024, sebanyak 272.164 pekerja migran Indonesia (PMI) telah ditempatkan di berbagai negara.

Dari jumlah tersebut, mayoritas bekerja di sektor informal (145.962 orang), dengan pekerja migran perempuan mendominasi hingga 187.127 orang.