Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto disambut dengan kehormatan tinggi oleh Sultan Brunei Darussalam, Haji Hassanal Bolkiah, dalam kunjungan kenegaraannya ke Istana Nurul Iman pada Rabu, 14 Mei 2025. Kunjungan ini menjadi simbol kuat dari eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Brunei, yang menurut Prabowo lebih dari sekadar hubungan diplomatik—melainkan persaudaraan.
Dalam pernyataannya, Prabowo mengungkapkan rasa terima kasih mendalam atas penyambutan yang ia terima dari Sultan dan rakyat Brunei. Ia menyebut kunjungan ini sebagai momen yang sangat bermakna, terlebih karena dirinya merasa begitu nyaman setiap kali berada di negara tersebut.
“Pertama-tama, atas nama pribadi dan Presiden Republik Indonesia, saya ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas penerimaan luar biasa yang telah diberikan kepada kami hari ini,” ujar Prabowo.
Prabowo juga menyampaikan keakrabannya secara pribadi dengan Sultan Hassanal Bolkiah, yang menurutnya telah terjalin sejak mereka muda. “Saya merasa sahabat Tuanku Sultan. Kami sudah saling mengenal mungkin lebih dari 60 tahun. Dan saya bangga, hubungan itu tidak pernah putus,” tuturnya penuh kehangatan.
Ia turut menyinggung kehadiran Sultan Brunei dalam acara pelantikannya sebagai Presiden RI pada Oktober 2024 lalu, sebuah gestur yang menurutnya merupakan kehormatan besar.
Lebih jauh, Presiden Prabowo mengibaratkan kedekatan Indonesia dan Brunei layaknya satu tubuh. “Kalau Brunei dicubit, kami di Indonesia ikut merasakan sakitnya. Itu karena kita satu keluarga,” ucapnya, memperkuat komitmen untuk terus membangun hubungan erat antar kedua negara.
Meski mengaku ingin lebih lama tinggal di Brunei karena kenyamanan yang dirasakannya, Prabowo mengatakan jadwal kenegaraannya sebagai presiden sangat padat. Ia bahkan harus segera kembali ke Indonesia malam itu juga untuk menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan parlemen.
Kunjungan ini semakin mempertegas bahwa Indonesia dan Brunei tidak hanya menjalin kemitraan strategis di bidang ekonomi dan politik, tetapi juga berbagi nilai-nilai budaya dan sejarah panjang sebagai sesama bangsa serumpun di Asia Tenggara.





























