Example 325x300
Example floating
Example floating
Nasional

Prabowo Nyatakan Perang Terbuka terhadap Korupsi dan Penyelewengan

98
×

Prabowo Nyatakan Perang Terbuka terhadap Korupsi dan Penyelewengan

Sebarkan artikel ini

Presiden RI Prabowo Subianto kembali menegaskan sikap tegasnya terhadap praktik korupsi di Indonesia pada peresmian proyek energi baru terbarukan (EBT), Kamis (26/6/2025).

Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah akan mengambil langkah keras untuk menghentikan segala bentuk kebocoran anggaran, manipulasi, dan pemborosan dana negara.

Example 300x600

“Kita harus terus memerangi korupsi, manipulasi boros, pekerjaan yang boros, menghentikan semua kebocoran,” ujar Prabowo.

Ia meyakini, penghapusan praktik korupsi dan pemborosan akan mempercepat terwujudnya kemakmuran dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Menurutnya, kekayaan alam Indonesia yang melimpah harus dikelola untuk kesejahteraan bersama, bukan dikuasai segelintir pihak.

Pernyataan ini menguatkan kembali pesan yang sebelumnya ia sampaikan dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila di awal Juni. Kala itu, Prabowo menyindir keras masih banyaknya “maling uang rakyat” yang menggerogoti kekayaan negara.

“Kekayaan kita sangat besar, tetapi terlalu banyak maling-maling yang mencuri uang rakyat,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mendukung penuh agenda pemberantasan korupsi.

Prabowo menekankan, perjuangan ini bukan semata-mata soal penindakan, tetapi juga demi memastikan generasi mendatang mewarisi Indonesia yang bersih, kuat, dan bebas dari kelaparan serta kemiskinan.

Tak hanya mengimbau, Prabowo juga mendorong publik untuk berani melapor jika menemukan penyelewengan di lingkungan sekitarnya. Ia meminta agar masyarakat tak takut menyuarakan kebenaran dan menolak kepemimpinan yang otoriter dan menyimpang.

“Kalau ada bukti, segera siarkan. Jangan terima penyelewengan, jangan terima pejabat yang bertindak semaunya,” tegasnya.

Presiden juga mengingatkan para pejabat negara bahwa kesetiaan kepada bangsa dan integritas adalah harga mati. Ia menyatakan tidak akan ragu menyingkirkan siapa pun yang terbukti melanggar hukum, tanpa memandang latar belakang politik, keluarga, atau suku.

“Lebih baik mundur sebelum saya berhentikan,” tandasnya.