Example 325x300
Example floating
Example floating
Nasional

Menkes Budi Klarifikasi Ucapan yang Menuai Sorotan DPR: Niatnya Dorong Hidup Sehat

72
×

Menkes Budi Klarifikasi Ucapan yang Menuai Sorotan DPR: Niatnya Dorong Hidup Sehat

Sebarkan artikel ini

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mendapat sorotan dari anggota Komisi IX DPR RI terkait gaya komunikasinya yang dianggap kurang bijak.

Dalam rapat kerja di Gedung DPR, Senin (26/5/2025), anggota Komisi IX dari Fraksi NasDem, Nurhadi, menilai pernyataan-pernyataan Menkes kerap tidak sensitif dan kurang menyejukkan.

Example 300x600

Salah satu pernyataan yang disorot adalah soal lingkar pinggang di atas 33 cm yang disebut “lebih cepat menghadap Allah”, serta komentar bahwa orang berpenghasilan Rp 5 juta dianggap kurang pintar dan tidak sehat dibandingkan yang berpenghasilan Rp 15 juta.

Menurut Nurhadi, pernyataan semacam itu tidak pantas disampaikan oleh pejabat sekelas menteri, terutama karena konteks kesejahteraan dan gaya hidup masyarakat Indonesia sangat beragam.

“Pak Menteri harusnya lebih adem dalam menyampaikan pesan. Masyarakat desa dengan gaji Rp 5 juta sudah merasa sejahtera,” kata Nurhadi.

Menanggapi hal itu, Menkes Budi menjelaskan bahwa pernyataan-pernyataannya dilandasi niat baik untuk mendorong kesadaran hidup sehat dan pentingnya peningkatan kesejahteraan.

Ia menegaskan, angka pendapatan yang disebut bukan untuk membandingkan, melainkan untuk menggambarkan standar negara maju menurut definisi Bank Dunia.

“Sebenarnya saya hanya ingin menyampaikan bahwa untuk menjadi negara maju, pendapatan per kapita kita harus naik. Dan itu hanya bisa dicapai jika rakyatnya sehat,” jelas Budi.

Soal lingkar pinggang, ia mengaitkannya dengan risiko penyakit seperti hipertensi dan diabetes, bukan soal usia harapan hidup secara literal. Budi juga mengakui perlunya peningkatan dalam cara penyampaian pesan kepada publik.

“Saya akan terus berusaha memperbaiki cara komunikasi saya. Semua masukan saya terima,” tutupnya.

Polemik ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi publik yang efektif dan empatik dari para pejabat, terutama dalam isu-isu yang menyangkut kesehatan dan kesejahteraan masyarakat luas.