Example 325x300
Example floating
Example floating
Nasional

Kapolri Tunjuk Band Punk Sukatani sebagai Duta Polri untuk Perbaikan Institusi

64
×

Kapolri Tunjuk Band Punk Sukatani sebagai Duta Polri untuk Perbaikan Institusi

Sebarkan artikel ini

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi mengajak band punk Sukatani menjadi duta Polri untuk membantu meningkatkan transparansi dan mencegah perilaku menyimpang di tubuh institusi tersebut. Sigit berharap band tersebut bisa berperan sebagai duta atau bahkan juri dalam kegiatan-kegiatan yang digelar oleh Polri.

“Nanti kalau band Sukatani berkenan, akan kami jadikan juri atau band duta untuk Polri, terus membangun kritik demi koreksi dan perbaikan terhadap institusi,” ujar Sigit dalam pernyataan resminya, Minggu (23/2/2025).

Example 300x600

Menurut Sigit, Polri saat ini terus berbenah dan tidak antikritik. Polri justru membuka diri terhadap segala bentuk saran dan masukan dari masyarakat, termasuk melalui kegiatan-kegiatan kreatif seperti lomba orasi, mural, hingga stand-up comedy yang secara khusus mempersilakan masyarakat mengkritik Polri, termasuk Kapolri sendiri.

“Ini bagian dari komitmen kami untuk terus berbenah menjadi organisasi yang adaptif menerima koreksi, agar menjadi organisasi modern yang terus melakukan perubahan dan perbaikan,” jelasnya.

Sigit juga menegaskan bahwa Polri di bawah kepemimpinannya tidak pernah melarang atau membungkam hak kebebasan berekspresi masyarakat. Menurutnya, kritik merupakan bentuk kecintaan masyarakat terhadap Korps Bhayangkara dan menjadi bahan refleksi untuk meningkatkan pelayanan dan kepercayaan publik.

Sebelumnya, band Sukatani sempat menjadi sorotan setelah enam anggota Direktorat Reserse Siber Polda Jateng diduga mengintimidasi mereka terkait lagu berjudul “Bayar Bayar Bayar” dalam album Gelap Gempita. Lagu tersebut sempat viral di media sosial karena mengandung kritik terhadap Polri.

Personel band Sukatani kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada Kapolri dan institusi Polri melalui sebuah video yang diunggah pada Kamis (20/2/2025). Mereka juga menarik lagu tersebut dari peredaran dan meminta penggemar untuk menghapusnya dari berbagai platform media sosial.

Hingga Sabtu (22/2/2025), enam personel Ditressiber Polda Jateng telah diperiksa oleh Divisi Profesi dan Pengamanan Polri terkait dugaan intimidasi tersebut. Proses pemeriksaan ini menunjukkan upaya Polri untuk menjaga akuntabilitas internalnya.

Dengan langkah mengajak Sukatani sebagai duta Polri, Sigit berharap kolaborasi ini dapat menciptakan suasana yang lebih terbuka dan mendukung kritik konstruktif dalam upaya memperbaiki citra dan kinerja institusi Polri di mata masyarakat.