Example 325x300
Example floating
Example floating
Dispar KukarMusik & Culture

Festival Nutuk Beham: Harmoni Tradisi dan Ekonomi di Kedang Ipil

103
×

Festival Nutuk Beham: Harmoni Tradisi dan Ekonomi di Kedang Ipil

Sebarkan artikel ini

KUTAI KARTANEGARA – Di tengah derasnya arus modernisasi yang kerap mengikis budaya lokal, Desa Kedang Ipil di Kecamatan Kota Bangun Darat, Kutai Kartanegara, justru menunjukkan cara berbeda dalam merawat warisan leluhur.

Melalui Festival Nutuk Beham, masyarakat desa membuktikan bahwa tradisi tak hanya bisa dijaga, tetapi juga dikembangkan menjadi sumber kekuatan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.

Example 300x600

Digelar pada 9 hingga 11 Mei 2025, Festival Nutuk Beham merupakan pengembangan dari ritual adat Nutuk Beham, yakni tradisi menumbuk padi ketan yang memiliki makna spiritual bagi masyarakat Kutai Adat Lawas. Kini, kegiatan itu telah berevolusi menjadi atraksi budaya yang memikat pengunjung dari berbagai daerah.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, menyebut festival ini membawa dampak nyata bagi perekonomian lokal. Menurutnya, kegiatan budaya ini tidak hanya meriah secara seremonial, tetapi juga menggerakkan berbagai sektor seperti UMKM, transportasi, kuliner, hingga akomodasi berbasis rumah warga.

Festival ini juga membuka peluang besar bagi pengrajin lokal. Produk seperti anjat, jajanan pasar, gula merah, dan kerajinan rotan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin membawa pulang cendera mata khas Kalimantan.

Lebih jauh, Arianto menilai kesuksesan penyelenggaraan Festival Nutuk Beham dapat dijadikan rujukan bagi desa-desa lain di Kukar yang ingin mengembangkan pariwisata berbasis budaya. Ia menegaskan komitmen Dinas Pariwisata dan DPMD dalam mendampingi desa-desa yang memiliki potensi serupa.

Keterlibatan generasi muda dalam acara ini, mulai dari pertunjukan seni hingga lomba tradisional, turut menjadikan festival sebagai ruang edukatif. Bagi Arianto, ini penting agar nilai-nilai budaya terus hidup dan tidak tercerabut dari generasi penerus.

Festival Nutuk Beham kini bukan sekadar pelestarian adat, tetapi telah menjadi simbol pertemuan antara masa lalu dan masa depan: bukti bahwa desa bisa maju tanpa kehilangan akar budayanya. (Adv/Dispar Kukar)