Pemerintah telah mengajukan 24 nama calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk ditugaskan di sejumlah negara sahabat serta organisasi internasional.
Nama-nama tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto melalui surat presiden (surpres) yang dibacakan dalam Rapat Paripurna DPR pada Kamis, 3 Juli 2025.
Ketua DPR RI Puan Maharani menyebut, daftar nama itu bersifat rahasia. Namun, belakangan, dokumen berisi nama-nama calon dubes yang dimaksud mulai beredar di kalangan awak media.
Dalam daftar tersebut tercantum sejumlah nama pejabat senior Kementerian Luar Negeri, diplomat kawakan, hingga mantan perwira tinggi TNI.
Beberapa di antaranya adalah Judha Nugraha yang diusulkan untuk Uni Emirat Arab, Abdul Kadir Jaelani untuk Jerman, Andi Rachmianto untuk Uni Eropa, serta Dwisuryo Indroyono Soesilo yang disebut akan dikirim ke Amerika Serikat.
Selain itu, nama Letjen (Purn) Hotmangaradja Panjaitan juga mencuat sebagai calon duta besar untuk Singapura. Adapun tokoh senior seperti Nurmala Kartini Sjahrir diusulkan menjadi dubes untuk Jepang.
Dari daftar tersebut, penugasan juga mencakup sejumlah kawasan strategis seperti PTRI New York dan PTRI Jenewa, dengan nama Umar Hadi dan Sidharto Reza Suryodipuro masuk dalam usulan. Di kawasan ASEAN dan sekitarnya, tercatat nama Raden Dato Mohammad Iman Hascarya Kusumo untuk Malaysia, serta Okto Dorinus Manik untuk Papua Nugini.
Hingga kini, pihak Komisi I DPR yang membidangi urusan luar negeri belum memberikan tanggapan resmi atas beredarnya daftar tersebut. Proses uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon-calon dubes tersebut juga belum diumumkan secara terbuka.
Meski belum bersifat final, beredarnya daftar ini menjadi perhatian publik, terutama karena penempatan duta besar dinilai sangat strategis dalam memperkuat diplomasi luar negeri Indonesia di era pemerintahan baru Presiden Prabowo.




























